Radarbadung.jawapos.com– Minat masyarakat Karangasem untuk bekerja ke luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) terbilang cukup tinggi.
Berdasarkan data dari Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Karangasem, jumlah warga yang berangkat bekerja ke luar negeri hingga semester pertama tahun ini atau per Juni 2026 mendekati angka seribu orang.
Kepala Disnaker Karangasem, I Ketut Mertadina, menjelaskan bahwa pada tahun 2025 tercatat sebanyak 1.214 warga Karangasem bekerja ke luar negeri sebagai PMI.
Sementara di tahun 2026 ini, hingga bulan Juni, sudah tercatat sebanyak 963 orang yang mendaftarkan diri sebagai pekerja migran.
"Baru satu semester jumlahnya sudah mendekati angka keseluruhan tahun lalu. Jika berlanjut hingga akhir tahun, kemungkinan besar jumlah warga Karangasem yang bekerja ke luar negeri akan jauh lebih tinggi," ujarnya.
Mertadina menyebutkan, sebagian besar PMI asal Karangasem bekerja di sektor perhotelan dan jasa, mulai dari kapal pesiar, hotel darat, hingga terapis spa.
Negara tujuan pun beragam, antara lain Turki, Jepang, dan sejumlah negara di Eropa.
Pihaknya juga mengingatkan masyarakat terkait risiko yang mungkin terjadi, menyusul beberapa kasus PMI yang meninggal di luar negeri, terutama yang berangkat melalui jalur tidak resmi.
Untuk menghindari hal serupa, ia mengimbau warga yang ingin bekerja ke luar negeri agar selalu berangkat melalui agen atau jalur resmi dan legal.
"Kami mengingatkan agar masyarakat selalu mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku. Dengan begitu, jika terjadi kendala atau masalah, pihak berwenang dapat memberikan bantuan dan penanganan yang layak," tegasnya.
Lebih lanjut disebutkan, Bali merupakan salah satu provinsi penyumbang PMI terbesar di Indonesia, menempati peringkat keenam secara nasional.
Khusus di tingkat provinsi, Kabupaten Karangasem menjadi penyumbang PMI terbesar kedua di Bali setelah Kabupaten Buleleng.***
Editor : Donny Tabelak