Radarbadung.jawapos.com– Suasana tenang di kawasan Lapangan Bajra Sandhi, Renon, Denpasar Timur, mendadak berubah tegang.
Sebuah tas misterius ditemukan tergeletak di bawah semak-semak pada Sabtu (11/7).
Penemuan barang tanpa pemilik itu sontak mengundang perhatian sekaligus kekhawatiran warga yang tengah berolahraga di lokasi.
Kekhawatiran sempat menyelimuti ruang terbuka hijau yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Denpasar tersebut.
Beruntung, kesigapan warga dan aparat kepolisian segera memastikan isi tas itu tidak membahayakan keselamatan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, tas berwarna krem bermotif batik itu pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang sedang berolahraga di sekitar lokasi.
Karena merasa curiga tas ditinggalkan begitu saja di bawah semak-semak, warga tersebut segera melapor kepada petugas keamanan kawasan.
Mendapat laporan, petugas keamanan bersama pelapor langsung menuju titik lokasi untuk pengecekan awal.
Namun, demi mengantisipasi kemungkinan terburuk dan karena identitas pemilik tidak diketahui, petugas memutuskan meminta bantuan kepolisian.
Tak lama kemudian, Unit Kecil Lengkap (UKL) Polsek Denpasar Timur yang dipimpin Perwira Pengawas (Pawas) Ipda I Wayan Yasa tiba di lokasi.
Petugas kemudian melakukan pemeriksaan secara hati-hati dengan menerapkan prosedur pengamanan ketat.
Setelah diperiksa dan dibuka, tas ternyata hanya berisi beberapa potong pakaian serta peralatan makan.
Polisi memastikan tidak ditemukan benda berbahaya maupun barang mencurigakan yang dapat mengancam keselamatan umum.
Selanjutnya, tas beserta seluruh isinya diamankan ke Pos Subsektor Renon untuk penelusuran lebih lanjut.
Kapolsek Denpasar Timur, AKP I Gusti Ngurah Agung Udiana, S.H., M.H., menyampaikan bahwa respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bukti komitmen kepolisian menjaga rasa aman.
Ia juga mengapresiasi kewaspadaan warga yang segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak berwenang.
“Respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri dalam memberikan rasa aman. Kewaspadaan masyarakat yang diiringi pelaporan kepada kepolisian menjadi bentuk partisipasi positif menjaga keamanan lingkungan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (12/7).
Ia pun menghimbau masyarakat agar tidak panik apabila menemukan barang mencurigakan di tempat umum.
Warga diminta untuk tidak menyentuh atau memindahkan barang tersebut sebelum petugas datang melakukan pemeriksaan.
“Segera laporkan kepada kepolisian atau aparat keamanan terdekat agar dapat ditangani sesuai prosedur yang berlaku,” pungkasnya.***
Editor : Donny Tabelak