Radarbadung.jawapos.com– Dalam rangka proyek penataan wajah Kota Tabanan di Jalan Gajah Mada yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dilakukan perbaikan trotoar, pemasangan paving, serta berbagai penataan lingkungan lainnya.
Tak hanya jalan, ikon kota berupa Patung Catur Muka yang berada di pusat persimpangan juga ikut dibongkar.
Hal ini menuai penyesalan masyarakat dan menjadi pembahasan hangat di media sosial, mengingat patung tersebut merupakan penanda sejarah serta pusat aktivitas ekonomi warga yang penuh kenangan.
Kepala Dinas PUPR Tabanan, I Gde Partana, yang dikonfirmasi Senin (13/7) menjelaskan, pembongkaran dilakukan untuk membangun kembali patung yang baru guna menyesuaikan dengan penataan jalan yang sedang berlangsung.
Dimensi patung baru dipastikan akan jauh lebih besar dan megah dibandingkan bangunan lama.
"Tetap Patung Catur Muka, tapi dimensinya lebih besar," ujar Partana.
Ia menambahkan, keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan teknis serta adanya aspirasi resmi dari Desa Adat Kota Tabanan.
Selain karena permukaan jalan yang akan ditinggikan akibat pemasangan paving, pihak desa adat memohon agar keberadaan patung diperbaiki dan disesuaikan.
"Pembangunan ulang Patung Catur Muka ini juga atas permohonan dari Desa Adat Kota Tabanan untuk perbaikan," imbuhnya.
Rencana ini sejalan dengan arahan Bupati Tabanan yang menginginkan nantinya Patung Catur Muka semegah Patung Bayi di Gianyar.
Patung lama yang dibuat pada awal tahun 1990-an dinilai sudah tidak seimbang dengan lingkungan sekitar, karena bangunan toko di sepanjang jalan kini telah bertambah tinggi menjadi dua hingga tiga lantai, sehingga patung terlihat tenggelam.
"Yang ada sekarang ukurannya terlalu kecil. Nanti dibuat lebih tinggi dan besar agar selaras dengan lingkungan serta permukaan jalan yang baru," jelasnya.
Pengerjaan pembuatan patung dipercayakan kepada pematung I Nyoman Sudarwa, yang dikerjakan secara terpisah di studio kawasan Tembau, Denpasar.
Nantinya patung akan dikirim per bagian untuk kemudian dirakit kembali di lokasi semula.
Sementara itu, Bendesa Adat Kota Tabanan, I Made Suwardika, menjelaskan pembongkaran dilakukan demi alasan estetika, keserasian, serta kondisi fisik bangunan yang sudah mengalami kerusakan pada strukturnya.
"Selain untuk kesesuaian wajah kota, perbaikan ini juga sangat mendesak mengingat kondisi bangunan patung lama yang sudah tidak layak," ujarnya.
Pihaknya menginginkan agar penataan Jalan Gajah Mada yang serba baru nanti didukung oleh kehadiran ikon kota yang juga lebih layak, megah, dan serasi.
Nantinya Patung Catur Muka akan dibangun dengan tinggi total 9 meter, terdiri dari tatakan setinggi 3 meter dan patung itu sendiri setinggi 6 meter, jauh lebih menjulang dibandingkan patung lama yang tingginya hanya sekitar 4 meter lebih.***
Editor : Donny Tabelak