Radarbadung.jawapos.com– Warga di lingkungan Banjar Rendang Kelod, Desa Rendang, Kecamatan Rendang, memasang pal pembatas berupa besi melintang rendah di akses jalan utama.
Langkah ini diambil warga yang sudah gerah dengan padatnya lintasan truk pengangkut galian C yang setiap hari lewat di kawasan tersebut.
Tindakan warga ini bukan tanpa alasan. Selain mengganggu kenyamanan dan keselamatan, warga sangat khawatir jalan yang baru saja diperbaiki akan cepat rusak kembali.
"Ya, pal pembatas itu dipasang warga sekitar seminggu yang lalu. Pembuatan pal besi ini dikerjakan secara swadaya oleh warga sekitar," ujar Perbekel Desa Rendang, I Nengah Kariasa, saat dikonfirmasi, Minggu (12/7).
Pemasangan pal pembatas tersebut dilakukan di akses jalan yang menuju ke Setra Desa Adat Rendang serta lingkungan SMAN 1 Rendang.
Kariasa menjelaskan, jalan tersebut kerap dilalui puluhan truk bermuatan berat setiap harinya.
"Hampir 50 unit truk galian C melintas di sana setiap hari, sehingga warga merasa sangat terganggu," jelasnya.
Selain menimbulkan gangguan terutama pada malam hari, beban berat truk dikhawatirkan mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Padahal, jalan tersebut baru saja selesai diperbaiki oleh Pemerintah Kabupaten Karangasem setelah ditunggu lama.
"Kami khawatir sebulan saja sudah rusak lagi. Apalagi jalan ini baru saja diperbaiki setelah penantian yang cukup panjang," tegasnya.
Ia menambahkan, selain sering melintas ke arah selatan di perempatan Desa Rendang, truk-truk tersebut juga kerap mengambil jalur alternatif ke arah utara yang melintasi pemukiman warga.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung