Radarbadung.jawapos.com– Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli melakukan vaksinasi rabies darurat serta eliminasi selektif terhadap sejumlah anjing setelah seekor anjing yang terbukti positif rabies menggigit tiga orang, yakni dua warga Bangli dan seorang warga negara Tiongkok, Rabu (15/7).
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus rabies dan menekan risiko munculnya kasus gigitan baru di wilayah tersebut.
Kepala Dinas PKP Bangli, I Wayan Sarma, menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel otak anjing yang menggigit Ni Ketut Pitriani (43), warga Desa Bebalang, Ni Ketut Suciasih (54), warga Kelurahan Kawan, serta Li Qiujun, warga negara Tiongkok, menunjukkan hasil positif rabies.
"Menindaklanjuti hasil tersebut, kami langsung melakukan vaksinasi rabies darurat dan eliminasi selektif terhadap anjing-anjing yang sempat melakukan kontak dengan anjing positif rabies tersebut," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan vaksin rabies kepada dua ekor anjing, sementara enam ekor lainnya dieliminasi sebagai langkah pengendalian penyebaran rabies.
Sarma mengungkapkan, anjing yang menggigit ketiga korban awalnya merupakan anjing liar yang kemudian dipelihara oleh warga.
Namun, pemeliharaannya dilakukan dengan cara dilepasliarkan sehingga berisiko melakukan kontak dengan hewan lain.
Selain itu, anjing tersebut juga belum menerima vaksin rabies pada tahun ini.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung