Pelabuhan Benoa Dikhususkan Kapal Mewah, 700 Kapal Nelayan Pindah ke Jembrana

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:10 WIB
Kondisi kawasan Pelabuhan Benoa saat kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur AHY, Senin (21/7) kemarin. (Istimewa)
Kondisi kawasan Pelabuhan Benoa saat kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur AHY, Senin (21/7) kemarin. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Pelabuhan Benoa akan dikembangkan menjadi pelabuhan marina berstandar internasional.

Sebagai dampaknya, sekitar 700 kapal nelayan yang selama ini bersandar di sana akan direlokasi ke Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan, Jembrana, pada tahun 2027.

Rencana ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat kunjungan kerja ke Pelabuhan Benoa, Senin (21/7).

Pengembangan kawasan ini menjadi Bali Maritime Tourism Hub (BMTH) merupakan proyek strategis untuk mendukung Bali sebagai destinasi wisata utama dunia.

“Langkah awal yang dilakukan adalah penataan dan relokasi kapal perikanan. Nantinya mereka akan diarahkan ke pelabuhan baru yang dikembangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP),” jelas AHY.

Pelabuhan Benoa nantinya mampu menampung hingga 188 kapal pesiar mewah, termasuk super yacht dan mega yacht, serta dermaga tambat untuk lima kapal pesiar besar sekaligus.

Pengembangan ini menyasar wisatawan dengan belanja tinggi (high spending tourism), didukung fasilitas air bersih, pasokan listrik andal, dermaga teknologi mutakhir, serta kawasan hiburan, pusat belanja, dan ruang terbuka hijau.

Pemerintah berkomitmen mendukung lewat penyempurnaan regulasi dan iklim investasi.

Proyek ditargetkan beroperasi bertahap mulai akhir 2028 dengan tetap menjunjung asas keberlanjutan, memperhatikan tata ruang wilayah, serta aspirasi masyarakat setempat.

Potensi pertumbuhan permintaan layanan yacht global mencapai 7,5 persen per tahun menjadi peluang besar yang ingin ditarik ke Bali.

Kepala PPN Pengambengan Kartono menambahkan, penandatanganan kontrak pengembangan akan dilakukan akhir bulan ini, disusul peletakan batu pertama minggu ketiga Agustus.

Relokasi kapal berjalan bertahap seiring selesainya fasilitas baru di Pengambengan, dan ditargetkan tuntas seluruhnya akhir 2028.

“Nelayan sudah menyetujui rencana ini lewat sosialisasi yang dilakukan sebelumnya,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
kapal nelayan dipindah menko AHY agus harimurti yudhoyono jembrana pelabuhan benoa