Radarbadung.jawapos.com – Pantai Mertasari, Sanur kembali menjadi pusat perhatian dengan digelarnya Rare Angon Festival 2026.
Perhelatan layang-layang bertaraf internasional ini berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juli 2026, menyajikan perpaduan unik antara keindahan layang-layang mancanegara dan kekayaan tradisi layang-layang asli Bali.
Ketua Panitia Pelaksana, Gede Eka Surya Wirawan, mengatakan penyelenggaraan tahun ini dikemas lebih meriah dengan pembagian jadwal khusus setiap harinya.
“Hari pertama dan kedua kami tampilkan atraksi peserta internasional pukul 10.00 hingga 17.00 Wita. Khusus hari kedua dilanjutkan night flying mulai pukul 19.00 Wita yang dipadukan dengan hiburan musik langsung,” jelasnya.
Sementara untuk hari ketiga dan keempat, giliran layang-layang tradisional Bali yang mendominasi langit Pantai Mertasari.
Peserta internasional sendiri akan melanjutkan atraksi di kawasan Muntig Siokan.
Tahun ini festival diikuti peserta dari 23 negara, antara lain Austria, Australia, Thailand, Filipina, India, dan Jerman.
Sebanyak 105 layang-layang internasional diterbangkan dengan beragam desain kreatif, mulai dari bentuk stroberi, katak, tokoh wayang, hingga Ganesha.
Tak kalah megah, turut hadir lebih dari 1.000 layang-layang tradisional Bali.
Salah satu daya tarik yang paling ditunggu adalah layang-layang raksasa berukuran panjang 25 meter dan lebar 20 meter yang kini mengudara di kawasan Pantai Mertasari.
Gisa, wisatawan asal Jerman yang berkunjung ke Bali untuk pertama kalinya, mengaku takjub melihat kemeriahan festival ini.
“Saya sangat senang bisa berada di sini, melihat begitu banyak variasi bentuk layang-layang yang indah,” ujarnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung