Masa Duka Belum Usai, Keluarga Korban Main Hakim Sendiri di Buleleng Minta Waktu

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 07:36 WIB
Tim Dinas Sosial Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng berkunjung ke rumah mendiang KD di Desa Sidatapa, Buleleng yang tewas akibat main hakim sendiri dituduh mencuri ayam, Minggu (26/7) kemarin.(Foto Dinas Sosial dan PPPA)
Tim Dinas Sosial Provinsi Bali bersama Pemerintah Kabupaten Buleleng berkunjung ke rumah mendiang KD di Desa Sidatapa, Buleleng yang tewas akibat main hakim sendiri dituduh mencuri ayam, Minggu (26/7) kemarin.(Foto Dinas Sosial dan PPPA)

Pemprov dan Pemkab Siap Berikan Bantuan hingga Pendampingan Psikologis

Radarbadung.jawapos.com– Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Provinsi Bali, dr. Anak Agung Sagung Mas Dwipayani, membeberkan hasil kunjungan lapangan tim gabungan ke rumah duka almarhum KD di Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng.

Almarhum tewas akibat peristiwa main hakim sendiri yang diduga bermula dari tuduhan pencurian ayam.

Tim yang terdiri dari Dinsos Provinsi Bali melalui Panti Anak Udyana Wiguna, Kadinsos P3A Buleleng, Kadisdik Buleleng, anggota DPRD Buleleng, serta Kepala Desa Sidatapa, disambut langsung oleh istri, anak-anak, dan kakek almarhum.

Sagung menjelaskan keluarga almarhum masuk dalam kategori desil 2 dan sudah tercatat sebagai penerima bantuan pemerintah.

Dalam pertemuan itu, pemerintah menawarkan dukungan pendidikan bagi anak-anak almarhum, antara lain kesempatan melanjutkan studi di Sekolah Rakyat atau tempat tinggal di panti asuhan milik Pemprov Bali yang berlokasi di Buleleng.

Namun, keluarga belum dapat mengambil keputusan terkait tawaran tersebut.

“Keluarga meminta waktu hingga masa kedukaan 42 hari selesai. Sesuai adat dan kepercayaan mereka, selama masa itu keluarga tidak boleh diganggu untuk mengambil keputusan penting,” ujar Sagung.

Sebagai langkah awal, pemerintah telah menyalurkan bantuan logistik dan kebutuhan harian.

Selain bantuan materi, Pemprov Bali juga memprioritaskan pemulihan psikologis keluarga, terutama anak-anak yang mengalami trauma mendalam.

Tim psikolog dari UPTD PPA Provinsi dan Kabupaten Buleleng dijadwalkan kembali berkunjung hari ini untuk melakukan pendampingan bertahap.

“Saat awal disapa, keluarga masih agak tertutup karena kesedihan yang mendalam. Namun berkat pendekatan Kepala Desa, mereka perlahan mulai terbuka. Kami pastikan pendampingan terus berjalan sesuai kebutuhan keluarga,” pungkas Sagung.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pencuri ayam tewas maling ayam dinas sosial bali pengeroyokan desa sidatapa