Festival Seni Bali Jani, Koster Sampaikan Pesan Megawati Jaga Bali Agar Tak Seperti Hawaii

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 09:44 WIB
Gubernur Bali, Wayan Koster, saat berada di kawasan Turyapada Tower usai bertemu warga membahas rencana pembebasan lahan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar menara tersebut.(Foto Junior) 
 
Gubernur Bali, Wayan Koster. (Foto Junior)   
Radarbadung.jawapos.com– Perhelatan Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII resmi berakhir Sabtu (25/7).

Penutupan ditandai dengan penyerahan penghargaan Bali Jani Nugraha serta piagam bagi para pemenang lomba oleh Gubernur Bali Wayan Koster.
 
Gelaran tahunan yang menjadi wadah utama seni modern dan kontemporer Bali ini mencatat lonjakan peserta yang signifikan: sebanyak 3.490 seniman terlibat aktif, naik 85 persen dibanding tahun 2025 yang tercatat 1.887 seniman.

Jumlah kunjungan masyarakat juga meningkat 12,75 persen menjadi 20.495 pengunjung.
 
Secara ekonomi, festival ini menggeliatkan pelaku usaha lokal.

Total omzet UMKM Kuliner mencapai Rp140,2 juta, IKM Bali Bangkit meraup Rp379,3 juta, sedangkan pameran Beranda Pustaka mencatatkan omzet hingga Rp15 juta.
 
Dalam pidatonya, Koster menegaskan keunggulan utama Bali terletak pada kekayaan budaya, bukan sumber daya alam tambang.

Ia menyampaikan pesan khusus Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri: “Koster, kamu jaga betul budaya Bali, jangan sampai seperti di Hawaii yang kehilangan budayanya.”
 
Meski begitu, Koster optimistis budaya Bali tetap lestari karena bergerak dinamis dan hidup di tengah masyarakat.

Ia pun memuji peran istri, Putri Suastini Koster, sebagai penggagas utama FSBJ—melengkapi Pesta Kesenian Bali yang selama ini lebih banyak menampilkan seni tradisi.
 
“Tanpa wadah ini, saya hanya mengenal seni tradisional. Kini Bali memiliki wadah seni modern yang lengkap,” ujarnya.
 
Koster berharap penyelenggaraan FSBJ dan PKB terus dilanjutkan pemimpin masa depan.

Pemimpin Bali tidak hanya bertugas membangun fisik, tetapi juga menjaga ruh budaya yang menjadi jati diri pulau ini.

“Siapa pun pemimpin ke depan harus memiliki sentuhan seni dan komitmen menggelorakan budaya. Jangan sampai masyarakat bosan berseni, itu berbahaya,” tegasnya.
 
Di akhir acara, Koster resmi menetapkan tema FSBJ IX tahun 2027: “Jiwana Darani Wana Kerti: Hutan Sebagai Napas Semesta”.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
festival seni bali Hawaii seni wayan koster megawati soekarnoputri