Waspada! Ubur-Ubur Blue Bottle Muncul di Pantai Sanur, Sengatannya Beracun  

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 09:12 WIB
Aktivitas water sport yang melibatkan wisatawan di pantai Tanjung Benoa, Kuta Selatan. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke pulau Bali pada bulan Oktober menurun.
Aktivitas wisatawan di Pantai Sanur hingga Semawang diminta waspada dengan adanya munculnya ubur-ubur jenis blue bottle atau Physalia utriculus yang terdampar di beberapa titik bibir pantai.(Dok radarbadung.jawapos.com)

Radarbadung.jawapos.com– Pengunjung diminta berhati-hati saat beraktivitas di sepanjang pesisir Pantai Sanur hingga Semawang.

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali mengonfirmasi munculnya ubur-ubur jenis blue bottle atau Physalia utriculus yang terdampar di beberapa titik bibir pantai.

Kepala DKP Bali, Putu Sumardiana menjelaskan, kemunculan ini merupakan fenomena siklus tahunan akibat perubahan pola cuaca dan angin musiman.

Biasanya terjadi pada rentang Juni hingga September, ketika angin dan arus laut membawa kawanan biota ini dari laut lepas menuju pesisir.

Ubur-ubur ini mudah dikenali dari gelembung transparan berwarna kebiruan dengan tentakel panjang menjuntai.

Meski terlihat unik, tentakelnya dilengkapi sel penyengat beracun.

Sengatan dapat menimbulkan rasa gatal, bengkak, dan nyeri yang bisa bertahan dua hingga tiga hari. Pada kasus reaksi alergi berat, bisa memicu mual, demam, hingga sesak napas.

“Waspadalah, baik yang masih mengapung maupun yang sudah terdampar di pasir tetap berbahaya. Tentakelnya masih bisa menyengat meski sudah mati,” tegas Sumardiana.

Orang tua juga diimbau mengawasi anak-anak. Jika tersengat, segera bilas bagian yang terkena dengan air laut dan langsung menuju pos Balawista atau petugas BPBD terdekat untuk pertolongan pertama.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
ubur ubur pantai Semawang dinas kelautan bali blue bottle Pantai Sanur