Radarbadung.jawapos.com– Pengunjung diminta berhati-hati saat beraktivitas di sepanjang pesisir Pantai Sanur hingga Semawang.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Bali mengonfirmasi munculnya ubur-ubur jenis blue bottle atau Physalia utriculus yang terdampar di beberapa titik bibir pantai.
Kepala DKP Bali, Putu Sumardiana menjelaskan, kemunculan ini merupakan fenomena siklus tahunan akibat perubahan pola cuaca dan angin musiman.
Biasanya terjadi pada rentang Juni hingga September, ketika angin dan arus laut membawa kawanan biota ini dari laut lepas menuju pesisir.
Ubur-ubur ini mudah dikenali dari gelembung transparan berwarna kebiruan dengan tentakel panjang menjuntai.
Meski terlihat unik, tentakelnya dilengkapi sel penyengat beracun.
Sengatan dapat menimbulkan rasa gatal, bengkak, dan nyeri yang bisa bertahan dua hingga tiga hari. Pada kasus reaksi alergi berat, bisa memicu mual, demam, hingga sesak napas.
“Waspadalah, baik yang masih mengapung maupun yang sudah terdampar di pasir tetap berbahaya. Tentakelnya masih bisa menyengat meski sudah mati,” tegas Sumardiana.
Orang tua juga diimbau mengawasi anak-anak. Jika tersengat, segera bilas bagian yang terkena dengan air laut dan langsung menuju pos Balawista atau petugas BPBD terdekat untuk pertolongan pertama.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung