Solidaritas Jurnalis Bali Kecam Sebutan "Londo Ireng", Masyarakat Padati Aksi Tanda Tangan di Renon

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:36 WIB
Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Minggu (2/8) kemarin.(Foto Ni Kadek Novi Febriani)
Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi di depan Monumen Perjuangan Rakyat Bali, Denpasar, Minggu (2/8) kemarin.(Foto Ni Kadek Novi Febriani)

Mendesak Presiden Prabowo Segera Meminta Maaf

Radarbadung.jawapos.com– Solidaritas Jurnalis Bali (SJB) menggelar aksi protes di kawasan Car Free Day (CFD) Renon, Minggu (2/8), mengecam keras pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis sebagai "londo ireng" pada Harlah ke-28 PKB, 23 Juli 2026.

Aksi ini mendapat dukungan luas dari warga yang memadati lokasi dan membubuhkan tanda tangan di atas kain putih sebagai bentuk dukungan.

Peserta aksi membawa berbagai poster protes bertuliskan "Wowo Jurnalis Bukan Londo Ireng",

"Kulit Kami Memang Ireng Tapi Bukan Londo Ireng", 

"Presiden Harus Minta Maaf", hingga "Mengungkap Fakta Bukan Dosa".

Selain orasi, mereka juga menampilkan pertunjukan teatrikal dengan topeng tokoh pejabat negara sebagai sindiran terhadap dugaan melemahnya fungsi pengawasan lembaga legislatif.

Koordinator aksi, Rizki Setyo Samudero, menegaskan pers adalah benteng terakhir demokrasi.

“Menyerang pers sama dengan meruntuhkan pertahanan masyarakat dan menunjukkan wajah pemerintah yang antikritik. Pers bekerja untuk publik, bukan pihak asing,” ujarnya.

Ia menambahkan kritik bukanlah ancaman, melainkan cermin jujur yang membutuhkan perhatian serius dari pemimpin.

Warga yang turut mendukung, Moch Decky Apriadi, menilai aksi ini sangat penting untuk menjaga kebebasan pers dan demokrasi.

SJB mendesak Presiden Prabowo segera meminta maaf secara terbuka serta menghentikan narasi negatif terhadap insan pers.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
pers londo ireng solidaritas jurnalis bali presiden prabowo subianto demokrasi