Radarbadung.jawapos.com – Meski memiliki pertumbuhan ekonomi 6,11 persen dan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Bali, Pemerintah Kota Denpasar tetap waspada.
Sebanyak 18.000 warga tercatat berada di ambang garis kemiskinan dan berpotensi masuk kategori miskin jika tidak mendapat intervensi tepat.
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menjelaskan Kamis (6/8) bahwa tingkat kemiskinan resmi hanya 2,6 persen, salah satu terendah di Indonesia.
Namun, jumlah penduduk yang besar membuat kelompok rentan cukup banyak.
“Tanpa bantuan yang tepat, mereka bisa turun ke tingkat kesejahteraan lebih rendah,” ujarnya.
Pemkot mengalokasikan anggaran penanganan kemiskinan sebesar Rp1,152 triliun.
Dana itu digunakan untuk menata kawasan kantong kemiskinan, bedah rumah, membangun fasilitas sanitasi, serta memperbaiki infrastruktur dasar.
Selain itu, digalakkan program pemberdayaan ekonomi lewat dinas terkait untuk meningkatkan pendapatan warga.
Tujuannya agar kelompok rentan tetap terjaga dan angka kemiskinan terus ditekan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung