Siswa SMAN 2 Amlapura Meninggal Usai Gerak Jalan 17 Km, Diduga Alami Dehidrasi Parah

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 11:08 WIB
I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMAN 2 Amlapura semasa hidup. Ia meninggal dunia usai mengikuti lomba gerak jalan 17 kilometer di Kabupaten Karangasem.(Istimewa)
I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMAN 2 Amlapura semasa hidup. Ia meninggal dunia usai mengikuti lomba gerak jalan 17 kilometer di Kabupaten Karangasem.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Suasana perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Karangasem berubah menjadi duka mendalam.

Seorang peserta lomba gerak jalan sejauh 17 kilometer, I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMAN 2 Amlapura, meninggal dunia.

Ia diduga mengalami dehidrasi parah pascakegiatan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum mengikuti perlombaan pada Senin (10/8), Cahyanta diketahui kurang bugar dan sempat mengalami diare sehari sebelumnya.

Meski demikian, ia tetap bersikeras mengikuti kegiatan.

Saat melintasi rute Jasri–Jalan Ahmad Yani, kondisinya tiba-tiba menurun dan tumbang. 

Sebelumnya sudah disarankan untuk berhenti dan diganti, namun ia menolak serta tetap memaksakan diri.

Cahyanta segera dilarikan ke RSUD Karangasem untuk mendapatkan penanganan medis.

Setelah dirawat secara intensif selama sekitar empat jam namun kondisinya terus memburuk, ia kemudian dirujuk ke RSUP Prof. Ngoerah Denpasar.

Berbagai upaya telah dilakukan tim medis, namun nyawanya tak tertolong.

Kabid Pelayanan RSUD Karangasem, I Gusti Lanang Putu Udiyana, menyatakan saat tiba di rumah sakit pasien sudah tidak sadarkan diri.

“Kami menduga pasien mengalami dehidrasi parah, serta diduga memiliki penyakit bawaan yang sebelumnya tidak terdeteksi,” ujarnya.

Kepala Sekolah SMAN 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, membenarkan berpulangnya salah satu anak didiknya.

“Benar, satu anak didik kami, Cahyanta Wiguna, telah berpulang. Kepergiannya meninggalkan duka dan kehilangan yang mendalam bagi kami,” ungkapnya.

Pihak sekolah turut berduka dan mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Disinggung mengenai kondisi kesehatan sebelum perlombaan, Puja Astawa menyatakan pihaknya belum menerima laporan bahwa siswa tersebut mengeluh sakit.

“Kami melayat setelah pihak keluarga sudah berada di rumah duka,” jelasnya.

Pihak berwenang maupun penyelenggara belum memberikan keterangan tambahan terkait penyebab pasti kematian.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
siswa meninggal gerak jalan hari kemerdekaan SMAN 2 Amlapura karangasem