Radarbadung.jawapos.com— Setelah berpulangnya I Gede Abdi Cahyanta Wiguna, siswa SMAN 2 Amlapura yang meninggal dunia pasca mengikuti lomba gerak jalan sejauh 17 kilometer, pihak sekolah menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terkait syarat dan ketentuan keikutsertaan siswa dalam kegiatan serupa ke depannya.
Kepala Sekolah SMAN 2 Amlapura, I Wayan Puja Astawa, menyampaikan hal ini saat dikonfirmasi Kamis (13/8).
Menurutnya, meskipun peserta sudah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum perlombaan, kejadian ini tetap menjadi pelajaran berharga.
“Ke depannya, jika ada siswa yang terdeteksi kurang sehat, tidak akan diikutkan. Kami tidak ingin kejadian seperti ini terulang,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat perlombaan berlangsung, tim sekolah sebenarnya sudah menyarankan agar Abdi diganti karena kondisinya mulai menurun.
Namun, yang bersikeras tetap melanjutkan dengan alasan merasa sehat dan masih kuat.
“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua: jangan memaksakan diri jika kondisi tubuh sedang tidak fit. Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa, kesehatan adalah segalanya,” tegas Puja Astawa.
Pihak sekolah juga telah berkunjung melayat ke rumah duka.
“Keluarga besar SMAN 2 Amlapura turut merasakan kehilangan yang mendalam,” pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung