Dampak Kekeringan Meluas, Polres Jembrana Salurkan 12.000 Liter Air Bersih ke Dusun Benel Manistutu

Muhammad Basir • Dipublikasikan Sabtu, 15 Agustus 2026 | 07:25 WIB
Petugas menyalurkan air bersih bagi warga Dusun Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dampak musim kemarau.(Foto Polres Jembrana)
Petugas menyalurkan air bersih bagi warga Dusun Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya yang mulai kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dampak musim kemarau.(Foto Polres Jembrana)
 
Radarbadung.jawapos.com— Dampak musim kemarau mulai nyata dirasakan di berbagai wilayah Kabupaten Jembrana.
Pasokan air bersih di Dusun Benel, Desa Manistutu, Kecamatan Melaya, semakin menipis, sehingga warga membutuhkan bantuan penyaluran air bersih.
Menanggapi hal tersebut, Polres Jembrana menyalurkan 12.000 liter air bersih menggunakan mobil water cannon milik Satuan Samapta pada Rabu (12/8) mulai sore hingga malam hari, langsung ke rumah-rumah warga yang kesulitan air.

Kasat Samapta Polres Jembrana, AKP I Nyoman Arnama, menjelaskan bantuan ini disalurkan setelah melihat langsung kebutuhan mendesak warga di lokasi.

“Air bersih ini kami salurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga yang kesulitan mendapatkan pasokan air selama musim kemarau,” ucapnya.

Penyaluran dilakukan secara bertahap agar seluruh warga yang membutuhkan dapat terlayani secara merata.

Selain mendistribusikan bantuan, petugas juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara hemat, mengingat musim kemarau masih berjalan dan risiko kekeringan diperkirakan akan tetap berlanjut.

Sebelumnya telah dilaporkan bahwa dampak kekeringan di Jembrana terus meluas. Data BPBD Jembrana mencatat sedikitnya 11 desa terdampak, dengan sekitar 400 kepala keluarga yang mengalami kesulitan akses air bersih.

Hingga saat ini, BPBD telah menyalurkan lebih dari 100.000 liter air bersih ke berbagai wilayah yang membutuhkan.

Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kondisi di lapangan.

Jika kemarau berlangsung lebih lama, kebutuhan penyaluran air bersih diperkirakan akan semakin meningkat — terutama di daerah yang bergantung pada sumber mata air serta sumur dangkal.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
air bersih kekeringan kemarau melaya polres jembrana