Radarbadung.jawapos.com— Niat pergi memancing seorang diri berujung musibah bagi FF, 38 tahun, pria asal Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia ditemukan tewas di aliran Tukad Mati, Desa Padangsambian Kelod, Denpasar Barat, pada Senin (17/8) sekitar pukul 02.40 WITA.
Pencarian dilakukan sejak Minggu (16/8) malam setelah korban tak kunjung pulang.
Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Ekky Nurwenda Putra, menjelaskan kejadian bermula saat FF berpamitan kepada istrinya, YL, untuk pergi memancing sekitar pukul 15.00 WITA pada Minggu.
Hingga sore korban tidak pulang. Sekitar pukul 17.00 WITA, istri mencoba menghubungi melalui WhatsApp, namun ponsel korban sudah tidak aktif.
Keluarga pun mulai khawatir dan melakukan pencarian.
Sekitar pukul 19.00 WITA, keluarga menemukan sepeda motor korban terparkir di pinggir jalan dekat sebuah wihara.
Dari rekaman CCTV di sekitar lokasi, terlihat korban berjalan menuju arah sungai. Informasi tersebut kemudian dilaporkan ke kepolisian.
Personel Polsek Denpasar Barat bersama Tim Identifikasi Polresta Denpasar segera melakukan penyisiran.
Petugas lebih dulu menemukan alat pancing milik korban.
Pencarian diperluas hingga sekitar pukul 02.40 WITA, bagian kaki korban terlihat mengapung di permukaan air.
Jenazah FF ditemukan berjarak sekitar 10 meter dari lokasi penemuan perlengkapan memancing.
Saat ditemukan, korban mengenakan kaos hitam, celana hitam bermotif kotak-kotak, serta tas selempang cokelat bermotif kotak.
Di dalam tas ditemukan satu unit ponsel, charger, kartu ATM BCA, dan uang tunai sebesar Rp2,5 juta.
Jenazah kemudian dievakuasi ke kamar jenazah RSUP Prof. dr. IGNG Ngoerah Denpasar.
Dari penyelidikan awal, polisi menduga korban terjatuh dan tenggelam saat sedang memancing.
Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan tidak bersedia dilakukan autopsi.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung