Warga Besakih Rendang Kekeringan, Terpaksa Beli Air Rp200 Ribu per Tangki

Zulfika Rahman • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 11:04 WIB
Warga Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, mulai mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Sebagian warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(Istimewa)
Warga Banjar Batumadeg, Desa Besakih, Kecamatan Rendang, mulai mengalami kesulitan air bersih akibat musim kemarau. Sebagian warga terpaksa membeli air tangki untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Musim kemarau yang berlangsung beberapa minggu terakhir mulai menyulitkan warga Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Karangasem. 

Pasokan air bersih menipis, bak penampungan (cubang) warga kering, dan sebagian warga terpaksa membeli air tangki dengan biaya yang cukup besar.

Ni Nyoman Remini, warga Banjar Dinas Batumadeg, mengaku cubang airnya sudah lama habis.

Untuk kebutuhan masak, mandi, hingga memberi minum ternak, ia terpaksa membeli air tangki. 

"Sudah tiga kali membeli air bersih. Satu tangki harganya Rp200 ribu," ujarnya, Kamis (20/8).

Satu tangki air digunakan secara hemat dan hanya bertahan sekitar tiga minggu sebelum harus membeli lagi.

Permintaan air bersih di wilayah itu pun melonjak. Wayan Wardana, penjual air bersih, mengaku dalam sehari bisa melayani tiga hingga empat tangki pengiriman.

Air diambil dari sumber mata air Arca, Desa Menanga, Kecamatan Rendang.

"Saat musim kemarau tiba, warga di Besakih memang selalu mengalami kesulitan air. Cubang warga habis karena pasokan menipis," jelasnya.

Kondisi kekeringan ini diperkirakan masih akan berlangsung mengingat puncak musim kemarau baru saja berlangsung.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
air bersih kekeringan desa besakih warga kekeringan Rendang Karangasem