Radarbadung.jawapos.com— RS Singasana Nyitdah, Kediri, Tabanan, terus memperluas pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir yang mengalami penyakit kuning.
Fasilitas medis ini telah dilengkapi lima unit alat fototerapi yang mengikuti perkembangan teknologi kedokteran guna menunjang penanganan secara optimal.
Direktur RS Nyitdah, dr. I Wayan Doddy Setiawan, menyebut layanan fototerapi ini sebenarnya sudah berjalan dua tahun, namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya.
Selain peralatan, pihak rumah sakit juga terus melengkapi tenaga medis yang kompeten.
Penyakit kuning pada bayi umumnya disebabkan tingginya kadar bilirubin dalam darah — zat kuning hasil pemecahan sel darah merah.
Biasanya muncul pada hari kedua atau ketiga pasca-kelahiran, karena fungsi hati bayi belum bekerja secara maksimal.
"Kondisi ini sangat sering terjadi pada bayi baru lahir," jelasnya.
Penanganan dengan alat fototerapi lebih efektif dibandingkan penyinaran matahari, karena suhu dan intensitas cahaya dapat terjaga serta terkontrol.
Terapi ini dapat berlangsung hingga dua minggu, tergantung hasil diagnosis dokter anak. Layanan ini sudah ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan.
Penting untuk diwaspadai, penyakit kuning yang tidak tertangani dapat menimbulkan komplikasi serius, termasuk gangguan fungsi otak, gangguan kesadaran, hingga kejang-kejang pada bayi.
"Sangat berbahaya sekali bila tidak diobati," tegas dr. Doddy.
Data rumah sakit menunjukkan peningkatan jumlah penanganan: pada 2025 sebanyak 101 bayi, dan hingga saat ini di tahun 2026 sudah 129 bayi ditangani.
"Setiap tahun rata-rata ratusan bayi dengan penyakit kuning yang kami tangani," pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung