Kapasitas Naik Jadi 50 Ton, Ditarget Selesai Sebelum Nataru
Radarbadung.jawapos.com— Antrean kendaraan kembali mengular di Pelabuhan Gilimanuk hingga masuk ke jalur nasional Denpasar–Gilimanuk dalam dua hari terakhir.
Kondisi ini dipicu berkurangnya kapasitas pelayanan akibat penutupan sementara Dermaga Moveable Bridge (MB) II untuk pengerjaan peningkatan kapasitas.
Manager Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang, Bintang Felfian, menjelaskan penutupan operasional MB II mulai berlaku 20 Agustus 2026, seiring dimulainya proyek peningkatan dermaga yang ditargetkan rampung sebelum masa Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Penutupan ini untuk menjamin keselamatan pengguna jasa dan tenaga kerja. Pengerjaan diawali dengan pembongkaran struktur eksisting Dermaga II," ujarnya.
Pengurangan satu dermaga berdampak pada pola pelayanan kendaraan.
Arus kendaraan yang sebelumnya terdistribusi ke beberapa dermaga kini diatur melalui pola operasi khusus.
ASDP telah menyusun penjadwalan kapal lintasan Ketapang–Gilimanuk untuk memaksimalkan pelayanan melalui dermaga lainnya guna mencegah penumpukan kendaraan.
Peningkatan kapasitas MB II akan signifikan — dari sebelumnya hanya mampu menahan beban 20 ton menjadi 50 ton.
Nantinya truk-truk besar yang selama ini hanya dapat dilayani melalui dermaga LCM, dapat langsung dilayani di MB II.
"Peningkatan ini bertujuan mengurai kemacetan, khususnya kendaraan berukuran besar," jelas Bintang.
Target selesai sebelum periode Nataru. Setelah kembali beroperasi, peningkatan ini diharapkan memperlancar mobilisasi kendaraan lintasan Bali–Jawa sekaligus mengurangi potensi antrean panjang di Gilimanuk.
"Kami berharap sesuai target, saat Nataru sudah kembali dioperasikan untuk kelancaran lintas Bali–Jawa," tandasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung