Pawai Telur Hias Tradisi Turun-Temurun Meriahkan Maulid Nabi di Kampung Jawa Denpasar

Adrian Suwanto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:09 WIB
Warga Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Denpasar, menggelar pawai telur hias meriah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Minggu (23/8/2026). Kegiatan dirangkaikan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI.(Foto Adrian Suwanto)
Warga Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Denpasar, menggelar pawai telur hias meriah dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Minggu (23/8/2026). Kegiatan dirangkaikan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI.(Foto Adrian Suwanto)

Dirangkaikan Semangat HUT ke-81 RI, Tampilkan Kebudayaan Nusantara

Radarbadung.jawapos.com— Warga Muslim di Kampung Jawa, Dusun Wanasari, Jalan Ahmad Yani, Denpasar, meriahkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan pawai telur hias, Minggu (23/8).

Tradisi turun-temurun ini dipusatkan di depan Masjid Raya Baiturrahmah dan melibatkan warga dari sembilan RT di Dusun Wanasari.

Ratusan telur hias berwarna-warni diarak mengelilingi kawasan dusun, dimeriahkan pula dengan pertunjukan seni tradisional Rodat.

Peringatan Maulid Nabi 1448 H sendiri jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026 (12 Rabiul Awal), yang juga ditetapkan sebagai hari libur nasional berdasarkan SKB Tiga Menteri.

Ketua Panitia, Haji Abdul Hakim, menyebut pawai diikuti sekitar 20 peserta — sembilan miniatur masjid yang dilombakan serta peserta dari Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) se-Kampung Jawa.

Setelah mengelilingi dusun, peserta kembali ke masjid untuk dinilai dewan juri, dengan penghargaan dari juara pertama hingga harapan.

Khusus tahun ini, kegiatan dirangkaikan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Para peserta mengenakan kostum bernuansa merah putih dan menampilkan keberagaman budaya Indonesia.

Salah satu peserta dari RT 3, Nunung, tampil dengan pakaian adat Papua. 

"Kita mencintai kebhinekaan, merangkul semua kalangan, menyambut Maulid Nabi sekaligus mencintai sesama dan negara Indonesia," ujarnya.

Antusiasme warga sangat tinggi. Meski sempat memadatkan arus lalu lintas di jalan utama kawasan, kegiatan berlangsung tertib dan mendapat sambutan positif.

Pawai telur hias ini bukan sekadar tradisi peringatan Maulid, melainkan juga momentum memperkuat kebersamaan, toleransi, dan semangat kebhinekaan di tengah keberagaman masyarakat Denpasar.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
kampung jawa denpasar maulid nabi pawai telur hias Masjid Raya Baiturrahmah tradisi