KINTAMANI, Radarbadung.jawapos.com— Suasana duka menyelimuti keluarga I Nengah Kartika, warga Banjar Dinas Palaktiying, Desa Landih, Kecamatan Bangli.
Anak pertamanya, Putu Ayu Meita Widyastuti (19), yang baru bekerja 10 hari di Jepang, dikabarkan meninggal dunia pada Minggu (16/8).
Bibi Meita, Ni Wayan Nangi, saat ditemui di kediaman keluarga, Senin (24/8), mengaku tidak menyangka kejadian ini.
Selama bekerja di Jepang, Meita selalu menunjukkan wajah senang dan tidak pernah menyampaikan kesulitan.
"Setiap hari video call sama adik, nenek, dan keluarga. Dia bilang senang bekerja di Jepang. Setiap pulang kerja atau makan, pasti kasi lihat apa yang dimakan. Sehari sebelum ditemukan meninggal, dia masih video call dengan adiknya dan perilakunya sama seperti biasanya," tuturnya.
Banyak keluarga Meita juga bekerja di Jepang, sehingga kecil kemungkinan dia merasa kesepian atau tidak betah.
Paman Meita, Nengah Armada, menambahkan pihak kepolisian di Jepang telah melakukan otopsi dan menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Namun keluarga masih bertanya-tanya penyebabnya, mengingat Meita baru mulai bekerja dan kontraknya selama 3 tahun.
Kepulangan jenazah Meita sedang diurus oleh pihak yayasan, namun belum ada kepastian waktu tiba di Bali.
Menurut aturan desa adat setempat, jenazah yang meninggal di luar kediaman akan langsung dimakamkan di Setra Adat Palaktiying tanpa dibawa ke rumah duka.
"Rencananya dikubur karena ada pemugaran pura, pengabenan nanti digelar secara masal," jelasnya.
Kasi Humas Polres Bangli, Iptu I Gede Gumiliarta, menjelaskan Meita berangkat ke Jepang kurang lebih 1 bulan lalu melalui LPK Hishou Universal Style sebagai peserta program magang.
Dia mendaftar pada April 2025, mengikuti pelatihan selama 1 tahun 3 bulan, diterima pada November 2025, dan berangkat pada Juli 2026.
Setelah mengikuti pelatihan di Training Center AO, Meita mulai bekerja pada 6 Agustus 2026.
Pada 16 Agustus 2026 pukul 08.20 waktu Jepang, Meita tidak masuk kerja dan tidak dapat dihubungi.
Pihak training center mengecek ke apartemen dan menemukan dia tidak ada di kamar maupun dapur.
Saat memeriksa kamar mandi yang terkunci, dia ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Pihak training center dan perusahaan kemudian melapor ke kepolisian Jepang.
Rekan kerja menyatakan Meita terlihat tidak seperti biasanya saat bangun pagi hari itu.
Proses pemulangan jenazah akan diupayakan oleh pihak LPK.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung