Dishub Gianyar Urai Macet Ubud, Belok ke Jalan Made Lebah Dibatasi

Ida Bagus Indra Prasetia • Dipublikasikan Rabu, 26 Agustus 2026 | 11:12 WIB
Petugas Dinas Perhubungan Gianyar mengatur lalu lintas di kawasan Ubud dalam rangka mengurai kemacetan yang kerap terjadi.(Foto Dishub Gianyar)
Petugas Dinas Perhubungan Gianyar mengatur lalu lintas di kawasan Ubud dalam rangka mengurai kemacetan yang kerap terjadi.(Foto Dishub Gianyar)

Jalan Raya Pengosekan Kini Lebih Lengang 

GIANYAR, Radarbadung.jawapos.com— Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas di kawasan Ubud sejak Senin (24/8).

Kebijakan yang masih dalam tahap uji coba ini ditujukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di sejumlah ruas jalan, terutama Jalan Made Lebah dan kawasan Pengosekan. 

Kepala Dishub Gianyar, I Wayan Artawan, menjelaskan pemantauan dilakukan bersama Camat Ubud I Dewa Gde Pariyatna dan Kanit Turjawali Satlantas Polres Gianyar Ipda I Nengah Artanayasa.

Dari pemantauan, arus kendaraan dari arah Nyuh Kuning menuju Pengosekan, Ubud Kota, dan Padangtegal masih terlihat padat, terutama di jalur Pengosekan–Padangtegal menuju Jalan Sugriwa yang tersambung ke Jalan Cok Putra Sudarsana atau Jalan Raya Ubud.

Kepadatan itu dipengaruhi kendaraan dari Denpasar dan Badung yang masuk melalui Tebongkang, Singakerta, dan simpang Nyuh Kuning, lalu menuju Ubud lewat Pengosekan.

Selama ini, banyak kendaraan dari arah Singakerta, Nyuh Kuning, dan Lodtunduh berbelok kanan ke timur menuju Jalan Made Lebah — padahal sebagian besar kendaraan tersebut bukan menuju pusat Ubud, melainkan melintas ke arah Tegallalang, Kintamani, dan Tampaksiring. 

"Mereka mengikuti Google Maps untuk memperpendek jalur, justru membebani Jalan Made Lebah, Jalan Raya Teges, hingga Jalan Cok Gede Rai," ungkap Artawan.

Melalui rekayasa baru, akses belok kanan ke timur menuju Jalan Made Lebah dibatasi.

Dampak positif mulai terasa: Jalan Raya Pengosekan ke arah utara, kawasan Monkey Forest, hingga Banjar Kalah, Peliatan, kini terasa lebih lengang.

"Kebijakan ini bersifat uji coba. Kami terus melakukan evaluasi setiap hari. Apabila efektif, akan diterapkan secara permanen," ujar Artawan.

Sejumlah opsi solutif tengah dikaji, antara lain menambah pintu keluar kendaraan dari arah Ubud untuk memecah konsentrasi arus di Jalan Sugriwa, serta membuka akses dari depan Puri Peliatan sebagai alternatif untuk mengurai kepadatan di simpang Ambengan.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
dishub gianyar rekayasa lalulintas ubud kemacetan