Pemkot Siapkan 326 Formasi CPNS, Bahasa Bali Paling Dibutuhkan
Radarbadung.jawapos.com— Kabar gembira bagi tenaga pendidik di Kota Denpasar.
Pemerintah pusat berencana mengangkat guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu pada tahun 2027.
Rencana tersebut telah mendapat kesepakatan dari DPR RI.
Secara nasional, terdapat 231.246 guru yang berstatus PPPK paruh waktu, dan di Denpasar terdapat 52 orang yang tersebar dari jenjang TK hingga SMP — 1 guru TK, 44 guru SD, dan 7 guru SMP.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Denpasar, AA Gde Wiratama, menyambut positif rencana tersebut.
"Kami sangat berterima kasih kalau guru PPPK paruh waktu bisa diangkat jadi penuh waktu. Tentu mereka akan semakin berkinerja baik," ujarnya, Rabu (26/8).
Perubahan status ini diharapkan memberikan motivasi tambahan bagi para guru untuk meningkatkan kualitas pengajaran.
Tak hanya itu, Pemkot Denpasar juga menyiapkan 326 formasi CPNS guru untuk tahun 2027 dengan anggaran sekitar Rp12 miliar.
Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, menjelaskan kebutuhan mendesak ini muncul karena cukup banyak guru PNS yang telah memasuki masa pensiun.
"Kami sudah anggarkan untuk 2027. Banyak guru yang pensiun, jadi kami ikut mencari tenaga pendidik baru," paparnya.
Berdasarkan pemetaan kebutuhan Disdikpora Denpasar, kekurangan guru terbesar adalah guru Bahasa Bali sebanyak 91 orang, diikuti guru Agama Hindu 89 orang, guru kelas SD 41 orang, guru Penjasorkes 27 orang, guru Agama Islam 15 orang, guru Matematika 11 orang, dan guru Bahasa Indonesia 10 orang.
Sementara itu, kebutuhan guru TIK 8 orang, IPS 7 orang, PPKn 7 orang, Bahasa Inggris 6 orang, serta Bimbingan Konseling 6 orang.
Kekurangan lainnya meliputi guru IPA 2 orang, guru kelas TK 2 orang, Agama Katolik 1 orang, dan Agama Kristen 3 orang.
Dengan dua langkah strategis — pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu serta pembukaan 326 formasi CPNS guru — Pemkot Denpasar berharap kebutuhan tenaga pendidik dapat terpenuhi secara bertahap sekaligus menjaga kualitas pelayanan pendidikan di Kota Denpasar.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung