Dibangun Megah Pakai APBN, Museum Subak Tabanan Sudah 2 Tahun Lebih Belum Buka untuk Umum

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 08:18 WIB
Kondisi Museum Subak Tabanan atau Water Museum Mandala Mathika, Jalan Gatot Subroto, Banjar Dinas Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan — dibangun megah namun belum dibuka untuk umum.(Foto Juliadi)
Kondisi Museum Subak Tabanan atau Water Museum Mandala Mathika, Jalan Gatot Subroto, Banjar Dinas Sanggulan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Tabanan — dibangun megah namun belum dibuka untuk umum.(Foto Juliadi)
Aset Masih Ditahan Pemerintah Pusat

Radarbadung.jawapos.com— Dibangun megah dengan anggaran APBN di atas lahan milik Pemkab Tabanan, Museum Subak Tabanan atau Water Museum Mandala Mathika hingga kini belum dibuka untuk umum.

Padahal pembangunan telah selesai lebih dari dua tahun lalu, bertepatan dengan berakhirnya ajang World Water Forum (WWF) 2024.

Hingga Agustus 2026, bangunan seluas 6,28 hektar itu masih sepi pengunjung karena aset bangunan belum diserahkan pemerintah pusat kepada Pemkab Tabanan. 

Kepala UPTD Museum Subak Dinas Kebudayaan (Disbud) Tabanan, Si Putu Eka Santi, membenarkan hal tersebut.

"Belum, masih pembahasan di level atas, di Kementerian," ujarnya, Rabu (26/8). 

Selama ini UPTD tetap menjalankan kegiatan operasional dan perawatan bangunan, namun pintu masuk untuk masyarakat umum maupun wisatawan belum bisa dibuka.

Koleksi dan alat-alat pertanian tradisional telah ditata rapi di dalam museum.

Petugas kebersihan juga rutin merawat bangunan setiap harinya.

Pemkab Tabanan telah mengajukan permohonan penyerahan aset agar pengelolaan dapat beralih ke daerah, sehingga museum bisa segera dioperasikan dan dilakukan pemeliharaan secara berkelanjutan.

"Kami hanya menunggu perintah. Begitu ada keputusan, langsung kami eksekusi buka untuk umum," tegas Eka Santi.

Selama penantian, arsitektur khas Bali yang mewah dan luasnya lahan museum hanya menjadi pemandangan yang belum bisa dinikmati warga maupun wisatawan.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
museum subak apbn pemkab tabanan pertanian pemerintah pusat