Rute GOR Ngurah Rai–GWK, Direncanakan Beroperasi Oktober
Radarbadung.jawapos.com— Pemerintah Provinsi Bali akan menerima hibah 11 unit bus listrik dari Pemerintah Korea Selatan.
Armada ini direncanakan mulai beroperasi pada Oktober 2026, melayani rute GOR Ngurah Rai hingga Garuda Wisnu Kencana (GWK), dan diproyeksikan memangkas biaya operasional hingga 65 persen dibandingkan bus berbahan bakar diesel.
Kepala Seksi Operasional Sarbagita, I Made Purwadana, menyebut bus listrik ini berukuran sama dengan armada Trans Sarbagita.
"Rencana perkiraan di bulan Oktober, masih tergantung administrasi nantinya," ujarnya, Rabu (25/8).
Ini bukan kali pertama bus listrik hadir di Bali — sebelumnya beberapa armada swasta sempat diuji coba, namun belum ada yang beroperasi secara reguler karena masih sebatas pengambilan masukan dari pengguna.
Hibah ini merupakan bagian kerja sama melalui Global Green Growth Institute (GGGI) bersama Bappenas, Kemenhub, Kementerian ESDM, dan Pemprov Bali.
Pengamat kebijakan transportasi dari World Resources Institute (WRI) Indonesia, Arya Putra, menilai kehadiran bus listrik ini langkah nyata transisi energi sekaligus memperkuat layanan transportasi umum.
"Beroperasinya bus listrik ini dapat memperkuat layanan transportasi umum perkotaan. Waktu tunggu berpotensi dikurangi sehingga kualitas layanan meningkat," ujar Arya, Electric Mobility Program Lead WRI Indonesia.
Penggunaan bus listrik juga mampu mengurangi emisi karbon, terutama jika sumber listrik berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT) — selaras dengan target Bali Emisi Nol Bersih 2045.
Kelebihan utama dari sisi operasional adalah biaya energi listrik yang lebih hemat hingga 65 persen dibandingkan bus diesel.
Penghematan bahkan bisa lebih besar dibanding bus BBM non-subsidi.
Arya menegaskan elektrifikasi ini menjadi langkah awal penerapan teknologi rendah karbon pada koridor utama transportasi umum, yang ke depannya dapat memicu pengembangan layanan pengumpan atau feeder yang lebih luas.
Bus listrik ini telah disesuaikan dengan karakteristik jalan di Bali, namun WRI mengingatkan perlunya peningkatan sarana dan prasarana pendukung, terutama infrastruktur pengisian daya listrik.
"Dengan meningkatnya skala penggunaan bus listrik, ketersediaan dan kapasitas infrastruktur pengisian daya juga perlu diperhatikan," tandasnya.
Sebelumnya, uji coba bus listrik pernah dilakukan pada KTT G20 2022 dan Bali Climate Week 2025.
Hadirnya 11 bus listrik ini diharapkan benar-benar memperkuat layanan Trans Sarbagita sekaligus mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum yang lebih ramah lingkungan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung