TABANAN, Radarbadung.jawapos.com— Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite kembali dikeluhkan masyarakat di Kabupaten Tabanan, Bali.
Sejumlah SPBU di wilayah tersebut terpantau kehabisan stok BBM subsidi Pertalite, sehingga pengendara terpaksa beralih ke Pertamax yang harganya jauh lebih mahal.
Antrean kendaraan mengular panjang di SPBU Pesiapan Tabanan, dan kondisi ini telah berlangsung beberapa hari terakhir.
Candra, warga Tabanan yang terlihat mengantre di SPBU tersebut, mengungkapkan kekecewaannya.
"BBM sudah mahal, antrean pun panjang mengular. Pak Menteri Bahlil dan Pertamina, ada apa ini?" keluhnya, Jumat (28/8).
Ia pun mempertanyakan mengapa di daerah yang merupakan destinasi pariwisata internasional justru BBM sulit diperoleh.
"BBM sudah mahal, subsidi langka, antri pula," ketusnya.
Berdasarkan pantauan wartawan radarbadung.jawapos.com, kelangkaan Pertalite tidak hanya terjadi di Tabanan, tetapi juga mulai meluas ke sejumlah wilayah lain di Bali, seperti Badung dan Denpasar.
Di beberapa titik SPBU, stok Pertalite habis sejak pagi hari, sementara antrean kendaraan yang mencari bahan bakar terus berdatangan.
Harga Pertamax saat ini dijual Rp15.950 per liter, jauh lebih tinggi dibandingkan Pertalite yang tetap Rp10.000 per liter.
Kondisi ini membebani pengeluaran masyarakat, terutama pelaku usaha dan pekerja yang setiap hari bergantung pada kendaraan bermotor.
Warga berharap pihak terkait segera menindaklanjuti dan memastikan pasokan BBM bersubsidi dapat tersalurkan dengan lancar hingga ke tingkat kabupaten.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PT Pertamina Patra Niaga maupun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia terkait penyebab kelangkaan bbm ini.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung