Vaksinasi & Sterilisasi Digencarkan Tekan Risiko Rabies
Radarbadung.jawapos.com — Populasi anjing liar di kawasan Setra Badung bagian utara dan selatan, Kelurahan Pemecutan, Denpasar Barat, terus bertambah.
Warga yang peduli menyebut hampir setiap hari selalu ada anjing baru yang dibuang ke kawasan tersebut oleh pemilik yang tidak bertanggung jawab.
Kondisi ini menjadi perhatian utama dalam kegiatan vaksinasi rabies dan sterilisasi anjing yang digelar Dinas Pertanian Kota Denpasar melalui Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan di kawasan Setra Badung bagian utara, Senin (31/8).
Salah satu warga yang aktif merawat anjing liar di kawasan tersebut, Ketut Suliani, memperkirakan jumlah anjing liar di Setra Badung utara dan selatan mencapai lebih dari 80 ekor.
"Setra ini menjadi tempat pembuangan anjing liar secara otomatis. Biasanya anjing yang sudah tua, sakit, maupun yang beranak dibuang ke sini. Setiap hari selalu ada anjing baru," ungkapnya.
Suliani bersama rekannya rutin memberi makan dua kali sehari, sekitar pukul 11.00 dan 18.00 Wita. Dalam sehari, ia menghabiskan sekitar 5 kg beras, 3 kg dog food, dan 2 kg daging ayam.
Biaya pakan per bulan mencapai sekitar Rp4,5 juta, sebagian besar dibiayai dana pribadi.
"Syukurnya suami mendukung, termasuk merelakan sebagian penghasilannya untuk membiayai makan mereka," ujarnya.
Ia juga merawat 11 anjing peliharaan di rumahnya.
Kepedulian Suliani tak hanya soal makan — ia memberi nama anjing yang sudah lama di sana, dan memanggil yang lain berdasarkan warna bulu agar mudah dikenali.
Namun ia menyayangkan masih banyak warga yang membuang anjing ke kawasan itu.
"Yang kami sedihkan, setiap bulan Desember kebanyakan anjing ini hilang entah ke mana. Semoga tidak ada yang memburu mereka," tuturnya.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi, menegaskan penanganan anjing liar menjadi prioritas mendesak mengingat tingginya risiko hewan penular rabies (GHPR) di area publik.
"Sterilisasi sangat penting untuk menekan laju pertumbuhan populasi anjing. Jika terkontrol dan dibentengi vaksinasi, risiko penularan rabies bisa ditekan secara signifikan," ujar Suparmi.
Dalam kegiatan tersebut, petugas melakukan vaksinasi rabies kepada 107 ekor hewan — 66 ekor anjing dan 41 ekor kucing — serta sterilisasi anjing liar.
Sebanyak 106 ekor hewan juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan, vitamin, obat cacing, dan penanganan kutu.
Langkah ini ditargetkan membentuk kekebalan kelompok (herd immunity) sekaligus mengendalikan populasi anjing secara berkelanjutan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung