Radarbadung.jawapos.com — Menanggapi unggahan yang viral di media sosial dari akun Instagram bernama Belda BS, pihak WNA Australia berinisial JM akhirnya memberikan respons resmi.
Narasi yang beredar dinilai sarat penggiringan opini, pencemaran nama baik, dan memanfaatkan sentimen publik tanpa dasar fakta yang sah. JM menyoroti tiga keberatan mendasar.
Pertama, pengunggah mengakui secara terbuka bahwa unggahannya hanya berdasarkan apa yang didengar orang lain — tanpa bukti faktual — sehingga berpotensi melanggar UU ITE terkait penyebaran informasi bohong.
Kedua, pengunggah memaksakan asosiasi kejadian terbaru dengan klaim peristiwa masa lalu yang konteksnya berbeda, yang dinilai sebagai character assassination atau pembunuhan karakter.
Ketiga, penggunaan diksi provokatif dinilai sebagai bentuk trial by netizen yang dirancang untuk mendulang perhatian, bukan mencari keadilan objektif.
Menghadapi hal tersebut, pihak JM menegaskan komitmen menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.
Kronologi versi JM terkait pertemuannya dengan Theo, WNA Prancis, di Jalan Uluwatu, Jumat lalu (7/8) sekitar pukul 13.30 WITA.
Pertemuan terjadi secara tidak sengaja. JM mengajak Theo berhenti dan berbincang terkait persoalan utang sewa restoran yang belum diselesaikan.
JM mempertanyakan pembayaran tersebut dan sempat memarahinya karena menilai Theo tidak beritikad baik.
Suasana memanas namun tidak berkembang menjadi keributan. JM memilih meninggalkan lokasi demi menjaga ketertiban.
"Sebenarnya situasi aman-aman saja. Tapi orang yang diduga memposting itu yang diduga memiliki indikasi provokasi," tegas JM.
Pihak JM juga menyatakan patuh terhadap prosedur hukum di Indonesia dan akan mengkaji pelaporan pidana serta somasi hukum terhadap pihak yang menyebarkan fitnah dan pencemaran nama baik.
Langkah ini diambil untuk memastikan fakta menjadi dasar utama dan memulihkan reputasi yang dirugikan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung