"Apakah Sengaja Dihapus?" Warga Minta Menteri ESDM & Pertamina Cek Lapangan
Radarbadung.jawapos.com— Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite melanda seluruh SPBU di Kabupaten Tabanan, Jumat (4/9).
Hampir tidak ada stok Pertalite, sementara Pertamax yang tersedia harganya melambung tinggi.
Pengendara sepeda motor maupun mobil terpaksa antre berjam-jam, dan banyak yang akhirnya pulang dengan tangan kosong.
Kondisi ini sangat meresahkan warga, terutama kalangan ekonomi ke bawah.
Candra, salah satu warga yang sedang mengantre di SPBU Pesiapan Tabanan, menyampaikan kekesalannya.
"Pertalite sudah hilang. Kami warga kecil sangat terdampak. Apakah ini sengaja dihilangkan BBM Pertalite subsidi?" tanyanya dengan nada kecewa.
Anak Agung, warga lain yang juga mengantre, mempertanyakan kinerja Pertamina dan Menteri ESDM.
"Pak Menteri dan pejabat Pertamina, mengapa BBM Pertalite langka di Tabanan? Pak Menteri tolong dicek ke lapangan. Banyak SPBU yang tidak ada Pertalite," sambungnya.
Saat ini, harga Pertalite yang semula Rp10 ribu per liter sulit ditemukan di SPBU Tabanan.
Sementara itu, harga Pertamax yang menjadi alternatif satu-satunya kini melambung tinggi mencapai Rp15.950 per liter.
Kenaikan harga yang hampir dua kali lipat ini sangat memberatkan masyarakat yang terbiasa menggunakan BBM bersubsidi.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Pertamina maupun Kementerian ESDM terkait kelangkaan dan kenaikan harga tersebut.
Warga berharap pihak berwenang segera menindaklanjuti dan mengembalikan ketersediaan Pertalite seperti biasanya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung