8 Anjing Positif Rabies, Distan Denpasar Perkuat Vaksinasi dan Sterilisasi di Momen Tumpek Uye

Adrian Suwanto • Dipublikasikan Sabtu, 5 September 2026 | 17:58 WIB
Upacara Tumpek Uye untuk hewan peliharaan, sekaligus digelar vaksinasi rabies dan sterilisasi anjing di kawasan Lapangan Puputan, depan Pura Agung Jagatnatha, Denpasar. (Foto Adrian Suwanto)
Upacara Tumpek Uye untuk hewan peliharaan, sekaligus digelar vaksinasi rabies dan sterilisasi anjing di kawasan Lapangan Puputan, depan Pura Agung Jagatnatha, Denpasar. (Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com— Dalam rangka memperingati Tumpek Uye (Tumpek Kandang), Dinas Pertanian Kota Denpasar menggelar pelayanan kesehatan hewan terpadu di Lapangan Puputan, depan Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Sabtu (5/9).

Kegiatan mencakup vaksinasi rabies, pemeriksaan kesehatan hewan, serta sterilisasi anjing dan kucing.

Selain bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan hewan, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Denpasar mencegah penyebaran rabies sekaligus mengendalikan populasi Hewan Penular Rabies (HPR).

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Made Suparmi, menjelaskan pelayanan kesehatan hewan ini menjadi agenda rutin setiap perayaan Tumpek Uye.

"Kegiatan yang kami lakukan adalah vaksinasi rabies, pelayanan kesehatan hewan, dan sterilisasi. Untuk sterilisasi kami targetkan sebanyak 40 ekor anjing atau kucing," ujar Suparmi.

Pendaftaran sterilisasi dilakukan secara daring. Dari puluhan pendaftar, petugas menyeleksi berdasarkan kriteria, antara lain anjing lokal berpemilik maupun anjing liar di sekitar lokasi kegiatan.

Petugas juga membantu menangkap anjing liar berkeliaran di kawasan kegiatan untuk disteril guna menekan populasi HPR.

Kasus Rabies Turun Signifikan

Upaya pencegahan rabies secara berkelanjutan melalui penyisiran vaksinasi dari rumah ke rumah menunjukkan hasil positif.

Berdasarkan catatan Dinas Pertanian Kota Denpasar, sejak Januari hingga awal September 2026 tercatat 8 kasus anjing positif rabies.

Angka ini turun signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang tercatat 14 kasus.

"Astungkara tidak bertambah lagi. Penurunannya sudah sangat jauh berkurang dari tahun-tahun sebelumnya yang mencapai puluhan kasus. Sampai September baru 8 kasus, semoga sampai akhir tahun tidak ada tambahan lagi," ungkap Suparmi. 

Terkait kasus gigitan HPR terhadap manusia, Dinas Pertanian terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Denpasar.

Penanganan dilakukan secara terpadu: Dinas Kesehatan menangani pasien, sementara Dinas Pertanian melakukan observasi dan penanganan sampel hewan.

Sebagai penguatan pencegahan rabies, Dinas Pertanian Kota Denpasar juga mempersiapkan peringatan Hari Rabies Sedunia pada 27 September mendatang di Lapangan Lumintang/Renon.

Kegiatan akan melibatkan PDHI Cabang Bali, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, serta Dinas Pertanian seluruh kabupaten/kota se-Bali.

Rangkaian acara meliputi vaksinasi rabies massal, dog show, dan perlombaan sebagai sarana edukasi masyarakat.

Suparmi mengimbau masyarakat, khususnya pemilik anjing dan kucing yang belum memvaksinasi hewan peliharaannya, untuk segera memanfaatkan layanan vaksinasi yang disediakan pemerintah.

Pada kegiatan Tumpek Uye tersebut, Wali Kota Denpasar turut hadir dan melaksanakan prosesi upacara bagi hewan peliharaan warga.

Momentum ini diharapkan tidak hanya menjadi perayaan kearifan lokal, tetapi juga pengingat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan hewan dan bersama-sama mencegah penyebaran rabies di Kota Denpasar.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
vaksinasi anjing tumpek uye hewan penular rabies pemkot Denpasar rabies