Radarbadung.jawapos.com— Jalur Denpasar–Gilimanuk kembali menelan korban jiwa.
Kecelakaan maut terjadi di Banjar Taman, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, Jembrana, Sabtu (5/9) sekitar pukul 13.00 Wita.
Dua kendaraan terlibat tabrakan frontal. Sopir pikap tewas setelah sempat mendapat penanganan medis.
Kecelakaan melibatkan pikap bernomor polisi P 8273 VQ yang dikemudikan Hasan Bisri, 51, asal Rogojampi, Banyuwangi, dan truk tronton S 8395 UP yang dikemudikan Supari, 48, asal Jombang, Jawa Timur.
Kapolsek Melaya Kompol I Putu Suarmadi menjelaskan, truk tronton bermuatan beton U-Ditch melaju dari arah Gilimanuk menuju Denpasar.
Saat melintas di lokasi, pikap yang bergerak berlawanan arah tiba-tiba bergerak ke kanan dan masuk ke jalur truk.
"Berdasarkan keterangan yang diperoleh, pikap diduga tiba-tiba bergerak ke kanan hingga masuk ke jalur truk dari arah berlawanan," ujar Suarmadi.
Jarak kedua kendaraan semakin dekat dan sopir truk tidak sempat menghindar, sehingga tabrakan frontal tak terelakkan.
"Dugaan sementara, sopir pikap mengantuk sehingga kendaraannya oleng dan mengambil jalur berlawanan," jelasnya.
Benturan keras membuat bagian depan pikap ringsek.
Truk tronton mengalami kerusakan pada bagian depan kanan, ban depan kanan pecah, dan bumper rusak.
Kekuatan benturan sempat mengagetkan warga sekitar, bahkan posisi truk tronton setelah kecelakaan melintang di badan jalan.
Polisi juga mengamankan rekaman kamera dasbor truk untuk membantu penyelidikan.
Akibat kecelakaan, Hasan Bisri mengalami luka serius. Korban dievakuasi ke Puskesmas I Melaya, namun nyawanya tidak tertolong.
"Sopir pikap meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Puskesmas I Melaya," kata Suarmadi.
Kecelakaan ini membuat arus lalu lintas tersendat.
Antrean kendaraan dari kedua arah dilaporkan mencapai lebih dari tiga kilometer.
Petugas Satlantas Polres Jembrana melakukan olah TKP dan menerapkan sistem buka-tutup arus lalu lintas selama evakuasi.
Kasus masih ditangani Unit Laka Satlantas Polres Jembrana. Polisi mendalami kronologi serta faktor penyebab untuk memastikan penyebab pasti insiden maut tersebut.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung