Pertamina Pastikan Ketersediaan BBM di Kabupaten Tabanan

Donny Tabelak • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 12:53 WIB
Warga Tabanan mulai resah dengan kelangkaan BBM jenis pertalite di sejumlah SPBU. Warga makin kesal karena harga BBM Pertamax juga melambung tinggi, dan antrian kendaraan acap mengular.(Foto Donny Tabelak)
Warga Tabanan sempat resah dengan kelangkaan BBM jenis pertalite di sejumlah SPBU. PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan ketersediaan BBM di Tabanan pulih bertahap. (Foto Donny Tabelak)
 
200 KL Pertalite & 256 KL Pertamax Sudah Disalurkan
 
Radarbadung.jawapos.com — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur (Jatimbalinus) mengambil langkah percepatan pemulihan ketersediaan BBM di Kabupaten Tabanan, Bali.
Melalui penyesuaian dan alih suplai antar-terminal, Pertamina memastikan stok BBM kembali optimal dan merata di seluruh SPBU.
 
Keterbatasan stok Pertalite yang sempat terjadi di sejumlah SPBU Tabanan dipicu penyesuaian jadwal sandar kapal pengangkut BBM yang berdampak pada Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran.
Gangguan sistem jaringan administrasi terpusat juga turut menghambat proses pengisian di tingkat SPBU.
Kini, sistem telah kembali normal dan proses pemulihan berlangsung terus-menerus.
 
Sebagai solusi, Pertamina melakukan alih suplai dari FT Sanggaran.
Sejak 4 September 2026, telah disalurkan 200 KL Pertalite dan 256 KL Pertamax ke wilayah Tabanan.
Pengaturan prioritas pengiriman juga diterapkan, terutama untuk area strategis, pusat aktivitas pariwisata, dan kawasan ibu kota Kabupaten Tabanan.
 
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyatakan upaya optimalisasi pola operasi terus dilakukan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi.
 
"Pertamina memastikan penyaluran BBM tetap berjalan dengan mengoptimalkan berbagai skenario pola operasi, termasuk pengaturan prioritas distribusi dan alih suplai antar-terminal. Kami terus memantau kondisi stok di lembaga penyalur dan menyesuaikan pola pengiriman berdasarkan kebutuhan di lapangan, sehingga ketersediaan BBM dapat kembali optimal secara bertahap," ujar Ahad.
 
Pertamina mengimbau masyarakat tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan.
BBM bersubsidi diminta digunakan sesuai kebutuhan dan peruntukannya agar dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat yang berhak.
 
Jika menemukan kendala atau keluhan terkait ketersediaan dan pelayanan di SPBU, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135.***
Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
tabanan pertamina pertamax pertalite bbm langka