Radarbadung.jawapos.com— Sebanyak 100 pejabat struktural eselon II dan III Pemerintah Kabupaten Tabanan mulai menjalani Diklat Bela Negara di Rindam IX/Udayana, Senin (7/9).
Para pejabat langsung masuk barak selama satu pekan penuh — tanpa alat komunikasi/handphone — dalam program yang disebut perdana se-Bali.
Pembukaan ditandai upacara dan penyematan kartu tanda pengenal.
Seluruh peserta mengenakan seragam PDL (Pakaian Dinas Lapangan), serupa dengan diklat yang sebelumnya diikuti pengelola Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menyatakan langkah ini merespons pesan Presiden dan Kemendagri saat retreat pasca-pelantikan dua tahun lalu — bahwa kedisiplinan adalah fondasi utama pelayanan publik.
"Di sini di Rindam IX/Udayana adalah tempat menimba ilmu kedisiplinan, jiwa korsa, kerjasama, dan gotong royong. Kalau sudah disiplin, saya yakin ASN Tabanan akan melayani masyarakat dengan lebih baik dan maju ditengah kompleksnya perkembangan zaman," ungkapnya.
Peserta dibebastugaskan sementara selama diklat. Tugas pelayanan dialihkan kepada sekretaris dinas, kepala bidang, kepala seksi, dan ASN lainnya.
"Tugas dan pelayanan pemerintah tetap berjalan, tetapi dilayani oleh sekretaris dinas, bidang, dan kasi serta ASN lainnya," jelas Sanjaya.
Program ini rencananya akan digelar secara berkelanjutan — gelombang II dan III menyusul — dan ditetapkan sebagai agenda tahunan atau dua kali setahun.
Sanjaya juga menyebut sebelumnya PDAM Tabanan telah mengikuti diklat serupa.
Komandan Rindam IX/Udayana, Brigjen TNI Anwar, menjelaskan materi tidak hanya PBB untuk kedisiplinan, tetapi juga kepemimpinan, kepemerintahan, birokrasi, loyalitas, dan jiwa korsa. Tujuannya: menghilangkan ego sektoral antar-ASN.
"Jadi materi dikatakan semi militer tidak. PBB yang pasti secara umum untuk disiplin. Tetapi ada materi loyalitas, kebersamaan, jiwa korsa sesama ASN. Dengan tujuan jangan sampai ada ego sektoral dari ASN," pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung