Radarbadung.jawapos.com— Sebanyak 6.943 keluarga atau 22.415 jiwa warga Kabupaten Tabanan tercatat masuk dalam kategori kemiskinan desil 1, berdasarkan data tunggal sosial dan ekonomi nasional.
Angka tersebut terungkap dalam rapat koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) Kabupaten Tabanan yang digelar di Graha Yadnya Sanjayaning Singasana Tabanan, Senin (7/9).
Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya, menegaskan diperlukan upaya sungguh-sungguh dan sinergi kuat untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut.
Terdapat tiga arah utama kebijakan yang ditempuh pemerintah:
1. Mengurangi beban pengeluaran masyarakat miskin.
2. Meningkatkan pendapatan warga kurang mampu.
3. Menangani kantong-kantong kemiskinan secara langsung.
"Dalam mengurangi angka kemiskinan ini, dibutuhkan kerja sama lintas pemerintah, perusahaan, dan semua unsur yang tergabung dalam TKPK," ujar Sanjaya saat membuka rapat.
Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan menjadi kunci untuk membuka peluang kerja yang lebih luas dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Sanjaya juga menekankan pentingnya menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin di Tabanan melalui kerja sama dengan pihak perusahaan.
Pemerintah Kabupaten juga menegaskan bahwa seluruh upaya penanggulangan kemiskinan harus berbasis data terpadu, terarah, dan berkelanjutan.
Tabanan telah mengembangkan program Desa Presisi sebagai basis data akurat untuk mendukung perencanaan pembangunan yang tepat sasaran.
"Pembangunan dan kemiskinan selalu bergerak dan terjadi perubahan. Dengan data presisi yang akurat, maka dapat menyusun perencanaan pembangunan dan menuntaskan masalah kemiskinan dengan tepat sasaran," pungkasnya.
Rakor ini dihadiri unsur TKPK, mitra Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP), serta pemangku kepentingan terkait guna menyatukan langkah dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan di Tabanan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung