Radarbadung.jawapos.com — Keluarga I Gusti Putu Sugiarta (38), nelayan asal Desa Cupel, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, merasa sangat janggal atas peristiwa kematian suaminya.
Sugiarta dilaporkan hilang di Perairan Pulukan, Jembrana, namun jenazahnya justru ditemukan sudah terkubur seadanya di Pantai Alas Purwo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Istri korban, Suraya (54), menceritakan kronologi yang menimbulkan banyak tanda tanya.
Terakhir kali berkomunikasi dengan suaminya pada Rabu (9/9) pukul 06.41 Wita.
Siang harinya, Sugiarta menghilang, namun kru kapal baru melaporkannya ke keluarga pada Kamis (10/9) siang.
"Lokasi kejadian sebenarnya di Perairan Senggrong Banyuwangi, tapi dilaporkan kecelakaan di Perairan Pulukan," ungkap Suraya, Senin (14/9).
Serangkaian Kejanggalan
Rabu malam pukul 23.00, Suraya menemui kru kapal, namun hanya diberi alasan tak ada sinyal dan uang Rp100 ribu — tak diberitahu suaminya sudah hilang.
Ponsel Sugiarta yang pasif, tiba-tiba bisa dihubungi Jumat (11/9) malam.
Ada telepon dari Banyuwangi yang mengaku menemukan suaminya pada Kamis dan sudah dikuburkan di tepi pantai; disebutkan dua orang temannya ikut menguburkan.
Keluarga baru tahu dari orang asing, bukan dari kru kapal.
Ditemukan Terkubur Dangkal
Minggu (13/9), keluarga berangkat ke lokasi yang disebutkan.
Benar saja, jenazah Sugiarta ditemukan terkubur dangkal, kurang dari satu meter di pesisir Muncar.
Jenazah kemudian dibawa dengan dua sampan menuju Pengambengan, Jembrana, lalu dilarikan ke RSU Negara.
Kondisi jenazah sudah menunjukkan tanda pembusukan: kaku mayat, kulit kehitaman dan terkelupas, perut membengkak, serta keluar cairan dan bau busuk.
"Suami asli Tabanan, baru pertama kali kerja di laut dan tidak kenal dekat dengan dua orang yang disebut ikut menguburkan," tegas Suraya.
Keluarga Tolak Otopsi, Polisi Selidiki
Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gede Alit Darmana mengonfirmasi pihak keluarga memilih tidak melakukan otopsi meski telah ditawarkan.
Polisi menduga terjadi kesalahpahaman komunikasi terkait lokasi kejadian sejak awal. Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap fakta sebenarnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung