Radarbadung.jawapos.com— Pemangkasan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Kota Denpasar sebesar 64 persen dalam APBD Perubahan Tahun Anggaran 2026 mendapat sorotan dari DPRD Kota Denpasar.
Anggaran yang semula Rp14,02 miliar dipangkas menjadi Rp5,05 miliar.
Ketua Fraksi PSI–NasDem DPRD Denpasar, Agus Wirajaya, menilai langkah ini berisiko di tengah ketidakpastian cuaca, potensi bencana alam, serta dinamika ekonomi yang belum stabil.
Pemotongan drastis tersebut dikhawatirkan melemahkan kesiapsiagaan daerah merespons kondisi darurat.
"Pemangkasan ini kami pandang memiliki risiko di tengah ketidakpastian cuaca, potensi bencana alam, serta dinamika ekonomi," ujar Agus.
Menanggapi kritik tersebut, Wali Kota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara menjelaskan alasan pemangkasan dilakukan karena masa pelaksanaan APBD Perubahan hanya menyisakan waktu tiga bulan.
Kebijakan ini juga sekaligus mengantisipasi sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) yang berlebihan.
"Tidak ada masalah. Pengurangan itu semata-mata karena waktunya tinggal tiga bulan," ungkap Jaya Negara.
Pihaknya menjamin alokasi Rp5,05 miliar masih mencukupi.
Jaya Negara berharap tidak terjadi peristiwa bencana, namun menyebut mekanisme pengisian kekurangan telah tersedia.
"Rp5 miliar itu masih bisa digunakan. Mudah-mudahan tidak terjadi force majeure. Jika kurang, sebelum perubahan bisa digeser; setelah perubahan bisa dilaporkan melalui realisasi anggaran," tegasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung