Viral Warga Diminta Putar Balik, Pengelola Jatiluwih: Tak Larang Warga Melintas

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 09:52 WIB
Suasana di Jatihluwih sempat viral. Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna, meluruskan narasi yang beredar di media sosial terkait larangan melintas di kawasan wisata tersebut.(Foto Juliadi)
Suasana di Jatihluwih sempat viral. Manajer Operasional DTW Jatiluwih, I Ketut Jhon Purna, meluruskan narasi yang beredar di media sosial terkait larangan melintas di kawasan wisata tersebut.(Foto Juliadi)
Petugas Diperintah Lebih Santun Tanya Tujuan

Radarbadung.jawapos.com— Unggahan pengendara motor yang mengaku diminta berputar balik saat melintas di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, viral di media sosial.

Pengelola akhirnya angkat bicara untuk meluruskan informasi.

Manajer Operasional DTW Jatiluwih I Ketut Jhon Purna memberikan penjelasan, Selasa (22/9).

Peristiwa terjadi Minggu (20/9) sekitar pukul 15.30 Wita.

Pengendara datang dari arah Batukaru, Penebel, hendak pulang ke Desa Nyitdah, Kecamatan Kediri, dan memilih melintasi kawasan Jatiluwih.

Saat tiba di pos jaga sekaligus loket tiket, petugas menanyakan maksud kedatangan.

"Kami tidak ada niat melarang masuk siapapun. Jika mau masuk ke kawasan DTW, wajib bayar tiket. Kalau hanya sekadar lewat untuk pulang, apalagi ke Nyitdah yang tidak harus lewat sini, bisa cari jalan lain," ujar John Purna.

Dikatakan, akses menuju DTW sekaligus merupakan jalan umum, sehingga petugas perlu membedakan: Tujuan berwisata → wajib beli tiket masuk, hanya melintas → diarahkan lewat jalur alternatif, bukan dilarang.

"Kalau tujuan berwisata, silakan bayar tiket. Kalau sekadar lewat, silakan saja. Kami jalankan SOP yang ada," tegasnya.

Pengelola menyayangkan narasi "dilarang melintas" yang beredar.

Kasus ini dijadikan bahan evaluasi. Seluruh petugas tiket telah diarahkan: mengedepankan kesantunan dan bahasa yang baik.

Menanyakan maksud dan tujuan terlebih dahulu sebelum memberikan penjelasan.

Membedakan pengunjung wisatawan dengan pengguna jalan yang hanya melintas. 

"Ini jadi evaluasi kami agar ke depannya tidak terulang lagi," pungkasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
wisatawan tabanan Jatiluwih DTW viral