Selisih Rp19.000/kg; Bawang Merah, Bawang Putih, Cabai Merah Besar, Tomat Juga Sama
Radarbadung.jawapos.com— Terdapat jurang harga yang lebar antara harga di tingkat konsumen dan harga yang diterima petani di Bali.
Paling mencolok terjadi pada cabai rawit merah: di pasaran harganya menembus Rp65.000 per kilogram, sementara petani hanya menerima Rp46.000 per kilogram — selisih mencapai Rp19.000 per kilogram.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali I Wayan Sunada memaparkan data pemantauan tersebut, Selasa (23/9).
Harga cabai rawit merah di pasar terus bergerak naik sejak awal September:
- Awal September: Rp57.500/kg
- Naik ke Rp62.500/kg
- 14–15 September: turun jadi Rp60.000/kg
- 17 September: kembali naik ke Rp62.500/kg
- 18–21 September: memuncak di Rp65.000/kg dan bertahan hingga kini.
Sementara itu, harga di tingkat petani tetap stagnan di Rp46.000/kg sejak 1 hingga 21 September.
"Lebih murah dari ini, kasihan petani," ujar Sunada, menekankan pentingnya menjaga kestabilan harga di tingkat produsen agar petani tidak merugi.
Komoditas lain juga berbeda. Ketimpangan serupa terjadi pada komoditas lainnya.
Bawang Merah: Konsumen Rp25.000/kg, di Petani Rp20.000/kg.
Bawang Putih: Konsumen Rp28.000–Rp35.000/kg, Petani Rp20.000/kg.
Cabai Merah Besar (21 Sep): Konsumen Rp25.000/kg, Petani Rp23.000/kg.
Tomat (21 Sep): Konsumen Rp8.000/kg, Petani Rp6.000/kg.
Distanpangan Bali akan terus memantau harga secara rutin dari tingkat produsen hingga pasar, mencakup Pasar Badung, Pasar Kreneng, Pasar Ketapian, dan pasar-pasar daerah lainnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung