Radarbadung.jawapos.com — Keluhan warga mengenai gangguan lalat dari kandang ayam di Jalan Anyelir V, Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, akhirnya ditindaklanjuti.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabanan menurunkan tim langsung ke lokasi pada Jumat (25/9).
Gangguan ini disebut telah berlangsung sekitar dua tahun.
Kepala DLH Tabanan, I Made Surya Darma, menjelaskan hasil pengecekan ditindaklanjuti dengan arahan perbaikan dan penataan kandang agar pengelolaan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Kami tidak menutup, tetapi mengarahkan penataan untuk mengurangi potensi munculnya lalat sekaligus menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan sekitar," ujarnya, Minggu (27/9).
Kandang Lebih Dulu, Permukiman Berkembang
Perbekel Dauh Peken, I Komang Sana Yasa, mengungkapkan kandang ayam tersebut sudah berdiri sejak tahun 2000-an.
Awalnya, kawasan ini belum berkembang menjadi permukiman padat.
Pemilik memanfaatkan lahan yang tidak produktif untuk peternakan.
Seiring waktu, rumah warga semakin banyak berdiri di sekitarnya, sehingga aktivitas peternakan mulai bersinggungan dengan kenyamanan warga.
Warga telah beberapa kali menyampaikan keluhan.
Pihak desa juga sudah memfasilitasi mediasi secara kekeluargaan.
Pada 2024, bahkan telah ada kesepakatan agar peternakan tidak dilakukan dalam skala besar.
Namun saat ini, kandang berkapasitas 5.000 ekor dan keluhan lalat muncul kembali.
"Lalatnya masih ada. Penanganannya kurang maksimal. Bukan soal kandangnya ada atau tidak — memang kandang lebih dulu berdiri. Yang dikeluhkan adalah dampaknya terhadap lingkungan," tegas Sana Yasa.
"Kami harap penataan dilakukan sebaik mungkin agar tidak menimbulkan keluhan kembali," pungkasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung