Radarbadung.jawapos.com – Kondisi berbeda terlihat di dua sisi lintasan penyeberangan Ketapang-Gilimanuk, Selasa (29/9).
Jika sehari sebelumnya Pelabuhan Gilimanuk dipadati kendaraan hingga seluruh areal parkir penuh, Selasa pagi kondisi justru berbalik.
Antrean kendaraan di sisi Gilimanuk nyaris tidak terlihat.
Sejak sekitar pukul 06.00 Wita, kendaraan yang sebelumnya mengular di kawasan Pelabuhan Gilimanuk telah seluruhnya menyeberang menuju Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.
Arus kendaraan di pintu masuk pelabuhan pun kembali relatif normal.
Seorang petugas di Pelabuhan Gilimanuk mengatakan, kondisi tersebut merupakan perkembangan setelah kepadatan terjadi hingga Senin malam.
Saat itu, seluruh areal parkir pelabuhan sempat dipenuhi kendaraan yang menunggu giliran menyeberang.
"Senin malam memang sempat padat. Parkiran sampai penuh. Tetapi sekitar pukul 06.00 Wita kendaraan sudah menyeberang semua ke Ketapang," ujarnya.
Meski sisi Gilimanuk telah lengang, persoalan antrean belum sepenuhnya teratasi. Kepadatan kendaraan masih terjadi di sisi Ketapang.
Bahkan, antrean yang berlangsung berhari-hari tersebut sempat memicu keresahan warga sekitar Pelabuhan Ketapang.
Warga sebelumnya menggelar aksi demonstrasi untuk menyampaikan aspirasi kepada PT ASDP Indonesia Ferry sekaligus meminta solusi atas kemacetan yang berdampak terhadap lingkungan sekitar pelabuhan.
Berdasarkan data ASDP hingga Selasa (29/9) pukul 06.00 Wita, antrean kendaraan di sisi Ketapang masih mencapai sekitar 8,5 kilometer.
Ekor antrean berada di sekitar Pantai Sangkong, Parasputih. Sementara waktu tunggu tercatat sekitar 34 menit.
Antrean tersebut didominasi kendaraan logistik.
Kondisi ini berbanding terbalik dengan sisi Gilimanuk yang pada waktu yang sama sudah tidak terdapat antrean kendaraan.
PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Ketapang melalui siaran pers menyatakan terus melakukan pemulihan layanan penyeberangan lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Berbagai pola operasi disesuaikan secara dinamis untuk mempercepat penguraian antrean kendaraan yang masih tersisa di sisi Ketapang.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jasa atas ketidaknyamanan dan waktu tunggu selama proses pemulihan layanan.
Menurut Heru, fokus ASDP saat ini adalah mempercepat penguraian antrean dengan mengoptimalkan seluruh kapasitas yang tersedia.
Namun, langkah tersebut tetap dilakukan dengan memperhatikan keselamatan pelayaran.
ASDP mengoperasikan 27 kapal untuk mempercepat penguraian antrean di lintasan Ketapang-Gilimanuk.
Penguatan pola perjalanan dilakukan hingga delapan trip.
Dari jumlah tersebut, 14 kapal reguler melayani melalui Dermaga MB dan sembilan kapal reguler melalui Dermaga LCM.
Selain itu, empat kapal perbantuan Tanjung Balai (TBB) turut memperkuat layanan.
Satu kapal ditempatkan di Dermaga MB dan tiga kapal melalui Dermaga LCM.
Heru mengatakan kapasitas kapal dan distribusi muatan terus disesuaikan dengan perkembangan antrean di kedua sisi lintasan.
"Ketika kondisi di salah satu sisi mulai lebih terkendali, kapasitas yang tersedia dapat kami optimalkan untuk mempercepat pergerakan kendaraan pada sisi yang masih mengalami antrean," jelasnya.
Sementara itu, General Manager ASDP Cabang Ketapang Media Syahrianto mengatakan penguraian antrean tidak semata-mata bergantung pada jumlah kapal.
Pengaturan muatan juga menjadi bagian penting karena mayoritas kendaraan yang dilayani merupakan kendaraan logistik dengan karakteristik berbeda-beda.
"Kami terus mendorong agar proses pelayanan berjalan semakin cepat dan efektif. Namun, setiap kendaraan yang masuk ke kapal tetap harus disesuaikan dengan kapasitas dan karakteristik kapal serta ketentuan keselamatan," kata Media.
Dia menegaskan ASDP menargetkan antrean terus berkurang secara signifikan tanpa mengabaikan ketertiban dan keselamatan selama proses penyeberangan.
Kondisi Gilimanuk yang sudah lengang juga dimanfaatkan untuk mengoptimalkan pola operasi.
Distribusi kapal dan perjalanan disesuaikan dengan kebutuhan sehingga kapasitas angkut dapat diarahkan lebih maksimal ke sisi yang masih mengalami kepadatan.
Di lapangan, ASDP juga melakukan pengaturan arus kendaraan, proses pemuatan, keberangkatan hingga pembongkaran di pelabuhan tujuan.
Distribusi kendaraan ke kapal disesuaikan dengan kapasitas, jenis kendaraan, dimensi, muatan, serta aspek keselamatan pelayaran.
Dengan kondisi tersebut, persoalan antrean kini lebih terkonsentrasi di sisi Ketapang.
Sementara Gilimanuk yang sehari sebelumnya sempat penuh hingga meluber ke kawasan sekitar pelabuhan, Selasa pagi sudah kembali lengang.
ASDP menyatakan monitoring antrean dilakukan secara berkala bersama regulator, kepolisian, operator kapal dan pemangku kepentingan lainnya.
Evaluasi tersebut menjadi dasar untuk menyesuaikan pola perjalanan, distribusi kendaraan maupun kebutuhan tambahan kapasitas angkut.
Pengguna jasa, khususnya pengemudi kendaraan logistik, juga diminta mengikuti pengaturan petugas di lapangan serta memenuhi ketentuan keselamatan dan persyaratan operasional penyeberangan.
ASDP memastikan optimalisasi armada, fasilitas dan pola operasi akan terus dilakukan sampai kondisi lintasan Ketapang-Gilimanuk kembali stabil.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung