Radarbadung.jawapos.com— Kemunculan ular king kobra di pekarangan rumah warga Tabanan meningkat tajam.
Dalam kurun waktu kurang dari tiga bulan, Yayasan Reptil Asih Tabanan (RAT) telah mengevakuasi 18 ekor king kobra.
Belum ada laporan korban jiwa, namun warga merasa was-was.
Ketua RAT, Ni Putu Astridayanti, menjelaskan peningkatan ini terjadi karena memasuki musim bertelur dan bersarang yang berlangsung September–Desember.
Sebelumnya, Juli–Agustus adalah musim kawin.
"Banyak warga melaporkan ular masuk ke rumah, bahkan bersarang di bawah dipan tempat tidur," ujarnya, Selasa (29/9).
Ular juga masuk pemukiman karena pasokan makanan di alam mulai menipis — king kobra memangsa sesama reptil, termasuk ular lainnya, sehingga kerap mengejar mangsa hingga ke kawasan rumah warga.
Tersebar di 7 Kecamatan
Penangkapan terjadi di wilayah Tabanan, Marga, Penebel, Baturiti, Kerambitan, Selemadeg Timur, dan Selemadeg Barat.
Senin (28/9) malam: evakuasi king kobra sepanjang lebih dari 3 meter di gorong-gorong air, Banjar Sekartaji, Desa Sesandan.
Tercatat yang terbesar: 4,7 meter diamankan di wilayah Marga.
"Jangan panik, jangan dikejar atau diganggu — ular bisa bertindak defensif. Segera hubungi kami untuk evakuasi aman," imbau Astrid.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung