Selemadeg Barat Paling Terdampak Kekeringan, 7 Banjar Dinas Kesulitan Air Bersih

Juliadi Radar Bali • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 08:03 WIB
Tim BPBD Tabanan menyalurkan suplai air bersih ke wilayah Desa Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan.(Istimewa)
Tim BPBD Tabanan menyalurkan suplai air bersih ke wilayah Desa Antosari, Selemadeg Barat, Tabanan.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com— Kecamatan Selemadeg Barat menjadi wilayah paling terdampak kesulitan air bersih sepanjang musim kemarau panjang ini.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan terus melakukan pengiriman air bersih menggunakan truk tangki ke tujuh Banjar Dinas di wilayah tersebut, Rabu (30/9).

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Tabanan, I Putu Trisna Widiatmika, menjelaskan pihaknya diminta membantu PDAM Tabanan sejak sepekan lalu.

Penurunan debit terjadi pada dua sumber utama — sumber air Mekori Belimbing dan Yeh Otan.

Tujuh Banjar Dinas yang mendapat layanan suplai, Desa Antosari: Umaseka, Petiles, Gulingan.

Desa Tiying Gading: Anyar, Dukuh serta Jagatamu, Dukuh Pulu Kaja, dan wilayah Bantas Selemadeg Timur. 

"Rata-rata ketujuh banjar ini kesulitan karena debit air PDAM turun drastis," ujar Trisna.

Perbekel Desa Antosari, I Nyoman Agus Suriawan, membenarkan di desanya terdapat tiga banjar terdampak — Gulingan, Petiles, dan Umaseka — yang meliputi lebih dari 200 kepala keluarga.

Warga di ketiga banjar ini umumnya bergantung pada jaringan PDAM, bukan sumur bor. 

Pengiriman truk tangki berkapasitas 5.000 liter dilakukan 3–4 kali seminggu secara berkelanjutan.

BPBD dan PDAM terus berkoordinasi untuk memastikan kebutuhan warga terpenuhi selama musim kemarau.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
air bersih kekeringan kemarau BPBD Tabanan Selemadeg Barat