Banyak Anak SD Kesurupan, Warga Pegayaman Gelar Tolak Bala di Proyek Shortcut

Francelino Junior • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:09 WIB
Ratusan warga Desa Pegayaman menggelar doa tolak bala di lokasi proyek jalan pintas Singaraja–Mengwitani titik 9–10, Rabu (30/9) kemarin.(Istimewa)
Ratusan warga Desa Pegayaman menggelar doa tolak bala di lokasi proyek jalan pintas Singaraja–Mengwitani titik 9–10, Rabu (30/9) kemarin.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com — Ratusan warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, menggelar kegiatan doa tolak bala di lokasi proyek shortcut Singaraja–Mengwitani titik 9–10, Rabu (30/9).

Langkah ini diambil setelah sejumlah warga, terutama anak-anak usia SD, dilaporkan mengalami kesurupan.

Ketut Muhammad Suharto, Tokoh dan Pemerhati Desa Pegayaman, menjelaskan kegiatan tersebut bukan bermaksud menolak pembangunan.

"Kami justru mendukung agar proyek berjalan baik dan semua merasa nyaman. Tidak ada lagi kesurupan atau gangguan," tegasnya.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Guru Penghulu Imam Desa, H. Abdul Gofar Ismail, di wilayah Banjar Dinas Kubu.

Berturut-turut dilakukan di dua titik. 

Di lokasi proyek — warga membentuk formasi menghadap berbagai arah, dikumandangkan adzan bersama, dilanjutkan doa tolak bala.

Berjalan menanjak menuju Musholla Misbahul Busthan — dilantunkan tahlil, adzan, dan doa bersama.

"Masyarakat resah melihat kerauhan yang menimpa anak-anak SD. Semoga proyek ini berjalan lancar dan membawa kemanfaatan," tambah Suharto.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
kerauhan proyek shortcut kesurupan buleleng sukasada