Lima Hari Dicari, Riski Ditemukan Mengapung di Selat Bali

Muhammad Basir • Dipublikasikan Sabtu, 3 Oktober 2026 | 09:59 WIB
Riski Firmansyah, 23, penumpang KMP Cemerlang 55 yang dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke laut, akhirnya ditemukan pada hari kelima pencarian, Kamis (2/10) sekitar pukul 15.10 Wita. Tim SAR gabungan menemukan sesosok mayat di perairan Selat Bali.(Istimewa)
Riski Firmansyah, 23, penumpang KMP Cemerlang 55 yang dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke laut, akhirnya ditemukan pada hari kelima pencarian, Kamis (2/10) sekitar pukul 15.10 Wita. Tim SAR gabungan menemukan sesosok mayat di perairan Selat Bali.(Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Pencarian terhadap Riski Firmansyah, 23, penumpang KMP Cemerlang 55 yang dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke laut, akhirnya membuahkan hasil.

Pada hari kelima pencarian, Kamis (2/10) sekitar pukul 15.10 Wita, tim SAR gabungan menemukan sesosok mayat mengapung di perairan Selat Bali, tepatnya di utara buoy merah Gilimanuk.

Mayat tersebut kemudian dievakuasi ke Posko SAR Gabungan di Teluk Gilimanuk.

Berdasarkan pengecekan pihak keluarga, korban diduga kuat merupakan Riski Firmansyah, warga Dusun Genukwatu, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan (SAR) Jembrana Dewa Gede Hendri Gunawan menjelaskan, penemuan korban bermula dari laporan awak KMP Liputan XII yang sedang berlayar di sekitar buoy merah.

Awak kapal melihat sosok menyerupai mayat hanyut ke arah utara.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas di darat dan ditindaklanjuti tim SAR gabungan.

“Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi ke Posko SAR Gabungan di Teluk Gilimanuk,” jelas Hendri.

Setibanya di posko, pihak keluarga melakukan pengecekan dan menyatakan korban diduga merupakan Riski.

Selanjutnya, jenazah dibawa menggunakan ambulans Sie Dokkes Polres Jembrana menuju RSUD Negara untuk penanganan serta proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis Polres Jembrana.

Sebelumnya, Riski dilaporkan hilang setelah diduga menceburkan diri ke laut saat menumpang KMP Cemerlang 55 dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk, Minggu (27/9) sore.

Peristiwa itu diduga terjadi sekitar pukul 17.50 Wita ketika kapal berada di sekitar buoy merah perairan Gilimanuk.

Awak kapal bersama kapal lain di sekitar lokasi sempat melakukan pencarian, namun Riski belum ditemukan.

Berdasarkan keterangan keluarga, Riski saat itu melakukan perjalanan bersama pamannya, Supeno, dan sepupunya, Dwi Al Rozakhi Ma'ruf.

Mereka menggunakan travel dari wilayah Mojokerto menuju Tabanan untuk bekerja.

Saat berada di atas kapal, Riski sempat bersama kedua kerabatnya menuju bagian kantin.

Setelah beberapa kali berpindah tempat, keberadaannya tidak lagi diketahui.

Keluarga kemudian mendapati Riski tidak berada di dalam kendaraan maupun di sekitar kapal.

Pencarian dilakukan selama lima hari dengan melibatkan personel Satpolairud Polres Jembrana, Ditpolairud Polda Bali, Batalion C Pelopor Gilimanuk, TNI AL Pos Gilimanuk, dan Basarnas Jembrana.

Penyisiran dilakukan di sepanjang alur pelayaran Ketapang-Gilimanuk hingga sejumlah wilayah perairan dan pesisir, termasuk Prapat Agung, Pasir Putih, Segara Rupek, Cekik, Sumur Kembar, Kelatakan, serta kawasan Taman Nasional Bali Barat.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian pada hari kelima akhirnya dihentikan.

Jenazah selanjutnya menjalani pemeriksaan dan proses identifikasi di RSUD Negara untuk memastikan identitas korban.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
penumpang kapal loncat dari kapal kmp cemerlang selat bali tim sar