Diduga Korsleting, Rumah Sekaligus Tempat Potong Ayam di Kesiman Ludes Terbakar

Andre Sulla • Dipublikasikan Selasa, 6 Oktober 2026 | 11:11 WIB
Kobaran api mengagetkan warga di Jalan Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (5/10) pagi. (Istimewa)
Kobaran api mengagetkan warga di Jalan Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (5/10) pagi. (Istimewa)

Radarbadung.jawapos.com– Kepulan asap disusul kobaran api mengagetkan warga di Jalan Cempaka Putih, Gang Kelapa, Kelurahan Kesiman, Denpasar Timur, Senin (5/10) pagi.

Rumah yang sekaligus digunakan sebagai tempat usaha pemotongan ayam tersebut terbakar hingga menghanguskan sejumlah kendaraan dan peralatan usaha.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.30 Wita.

Titik awal api diduga berasal dari sebuah pos atau gubuk yang berada di sekitar rumah.

Kobaran api kemudian membesar dan merembet ke bagian lain bangunan.

Saat kejadian, pemilik rumah, Rohmawati, 29, sedang berjualan di Pasar Renon.

Ia baru mengetahui rumahnya terbakar setelah seorang saksi menjemput dan memberitahukan kejadian tersebut.

Informasi yang dihimpun, saksi Siti Lailatul Fitrian, 21, mendengar teriakan warga yang meminta pertolongan karena melihat api.

Saat keluar rumah, Siti melihat sebuah gubuk kecil atau pos di sekitar rumah sudah terbakar.

“Kobaran api kemudian semakin membesar sehingga warga berupaya melakukan pemadaman secara manual,” ungkapnya.

Siti kemudian bergegas ke Pasar Renon untuk menjemput Rohmawati.

Setelah mendapat kabar tersebut, Rohmawati bersama Siti langsung menuju lokasi.

Setibanya di rumah, Rohmawati bersama warga berupaya memadamkan api menggunakan selang air.

Namun, upaya tersebut tidak maksimal karena panjang selang terbatas.

Saksi lainnya, Lutfi, 47, mengatakan dirinya mendengar teriakan tetangga yang memberitahukan adanya kebakaran sekitar pukul 08.45 Wita.

Saat keluar rumah, dia melihat api sudah berkobar.

Ketika itu, masih terdapat saudara perempuan Rohmawati di sekitar lokasi.

Lutfi kemudian meminta kendaraan yang berada di dalam rumah segera dikeluarkan.

Bersama warga lainnya, dia berusaha menjinakkan api menggunakan ember berisi air.

Namun, material bangunan pos yang sebagian terbuat dari tripleks membuat api cepat membesar.

Kondisi tersebut diperparah hembusan angin yang cukup kencang.

Warga akhirnya menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk melakukan penanganan.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, titik awal api diduga berasal dari pos atau gubuk yang digunakan sebagai tempat duduk dan beristirahat.

Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, S.H., M.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, api diduga dipicu korsleting listrik pada cok roll atau terminal colokan yang digunakan untuk menyalakan salon, lampu, serta mengisi daya telepon seluler.

Meski demikian, polisi masih melakukan penanganan untuk memastikan penyebab kebakaran.

Selain membakar bangunan rumah dan tempat usaha, api juga menghanguskan sejumlah kendaraan serta peralatan usaha milik korban.

Di antaranya satu unit mobil Daihatsu Ayla warna putih dengan nomor polisi DK 1572 BB.

Kemudian tiga unit sepeda motor Honda Vario. Dua di antaranya bernomor polisi DK 4202 FDR warna hitam strip hijau dan DK 8094 HY.

Satu unit Vario warna merah lainnya turut terbakar hingga nomor polisinya tidak dapat dikenali.

Satu unit mesin pembersih ayam yang digunakan untuk menunjang usaha pemotongan ayam juga ikut terbakar.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Pascakebakaran, Rohmawati bersama anaknya untuk sementara dievakuasi ke rumah kerabat.

Polisi masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan barang-barang yang terbakar.

Total kerugian sementara diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.

“Penyebab kebakaran diduga arus pendek listrik. Total kerugian sementara ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta,” pungkas Iptu I Gede Adi Saputra Jaya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
tempat potong ayam polresta denpasar kebakaran korleting listrik rumah terbakar