Radarbadung.jawapos.com– Teror monyet liar di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Buleleng, kian meresahkan.
Kali ini, seorang siswa SDN 2 Wanagiri menjadi korban serangan hingga mengalami luka gigitan pada bagian tangan dan pinggul.
Korban merupakan siswa kelas III berusia 9 tahun.
Insiden tersebut terjadi di lingkungan sekolah pada Rabu (7/10) sekitar pukul 13.00 WITA.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, saat kejadian korban hendak menuju kamar mandi sekolah.
Namun, secara tiba-tiba seekor monyet liar muncul dan menyerang korban.
Serangan tersebut menyebabkan korban mengalami luka gigitan cukup serius.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD Buleleng untuk mendapatkan penanganan medis.
Luka korban mendapat jahitan dan korban juga diberikan Vaksin Antirabies (VAR).
Perbekel Wanagiri I Made Suparanton mengatakan, gangguan monyet liar di wilayahnya bukan persoalan baru.
Keberadaan kawanan satwa tersebut telah meresahkan warga selama beberapa tahun terakhir dan belakangan perilakunya dinilai semakin agresif.
Bahkan, kantor Perbekel Wanagiri pernah menjadi sasaran kawanan monyet.
Plafon bangunan rusak akibat ulah satwa tersebut sehingga aktivitas perkantoran sempat dipindahkan ke gedung BUMDes.
“Kantor Perbekel saja sempat diserang sampai plafon rusak, sampai saya terpaksa mengungsi ngantor ke gedung BUMDes. Sekarang SDN 2 Wanagiri yang diserang hingga proses belajar siswa terganggu,” kata Suparanton.
Dia mengungkapkan, pada awalnya keberadaan monyet lebih banyak mengganggu warga yang melakukan persembahyangan.
Namun, seiring waktu, gangguan tersebut berkembang menjadi aksi perusakan fasilitas umum hingga serangan terhadap manusia.
Sebagai langkah antisipasi, relawan desa bersama komite sekolah dan warga bergotong royong membersihkan semak-semak di sekitar lingkungan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi lokasi yang berpotensi menjadi tempat kawanan monyet bersarang atau bersembunyi.
Meski demikian, Suparanton menilai pembersihan lingkungan belum menjadi solusi utama.
Menurutnya, diperlukan penanganan lebih mendasar terhadap populasi monyet yang terus meningkat.
Karena itu, pihaknya mendesak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) segera turun tangan dan memberikan solusi konkret untuk mengatasi persoalan tersebut.
“Kami sempat berkoordinasi dengan pihak yayasan untuk menanyakan kemungkinan pengendalian populasi. Populasi monyet di sini semakin hari makin melonjak tinggi. Saya sangat berharap dan memohon kepada BKSDA agar segera ada solusi dan tindakan nyata sebelum ada korban lagi,” tegasnya.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung