Stok BBM Mulai Menipis di Bali, Jatah Pasokan SPBU Dipangkas, Antrean Kendaraan Mengular

Andre Sulla • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:03 WIB
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kuta Selatan, Badung, mulai menipis. Antrean kendaraan bermotor mengular.(Foto Adrian Suwanto)
Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kuta Selatan, Badung, mulai menipis. Antrean kendaraan bermotor mengular.(Foto Adrian Suwanto)

Radarbadung.jawapos.com– Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Kuta Selatan, Badung, mulai menipis.

Kondisi tersebut terungkap dalam monitoring yang dilakukan Polsek Kuta Selatan, Rabu (7/10).

Monitoring dilakukan sejak pukul 09.00 WITA dengan menyasar sejumlah SPBU di wilayah hukum Polsek Kuta Selatan.

Hasil pengecekan menunjukkan kondisi stok BBM di setiap SPBU berbeda-beda.

Sejumlah SPBU masih memiliki stok Pertalite, Pertamax, Pertamina Dex, hingga Bio Solar. Namun, beberapa jenis BBM di SPBU lainnya dilaporkan telah kosong.

Bahkan, salah satu SPBU di wilayah Jimbaran tercatat nihil stok sehingga tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut menjadi perhatian kepolisian untuk memastikan perkembangan ketersediaan BBM dan distribusi tetap terpantau serta mengantisipasi munculnya antrean panjang.

Dari keterangan pengelola SPBU, keterlambatan pasokan salah satunya dipengaruhi belum sandarnya kapal pengangkut BBM di Depo Pertamina Sanggaran.

Selain itu, distribusi BBM dari Depo Sanggaran dan Manggis menuju wilayah Kuta Selatan disebut mengalami pengurangan jatah sekitar 30 hingga 40 persen untuk masing-masing SPBU.

Keterlambatan distribusi juga dapat dipengaruhi sejumlah faktor lain.

Di antaranya keterlambatan kendaraan tangki dalam mengangkut BBM, kepadatan lalu lintas, serta adanya perbaikan infrastruktur pada jalur distribusi.

Kapolsek Kuta Selatan Kompol Muhammad Said Husen, S.I.K., M.H., mengatakan monitoring dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mengetahui kondisi riil ketersediaan BBM di lapangan.

“Monitoring ini akan terus kami lakukan untuk mengantisipasi kelangkaan maupun antrean panjang. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan sehingga stok yang tersedia dapat dimanfaatkan secara merata.

Polsek Kuta Selatan bersama pihak terkait juga akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi BBM.

“Kami bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan stok dan distribusi BBM agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik dan situasi tetap aman serta kondusif,” tandasnya.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
Polsek Kuta Selatan pertamina spbu bbm langka Pertalite langka