Radarbadung.jawapos.com— Antrean panjang pembelian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite melanda sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Jumat (9/10) kemarin.
Warga mengaku harus mengantre hingga 30 menit hanya untuk mengisi tangki kendaraan.
Di tengah kelangkaan, harga jual eceran di luar SPBU ikut melonjak — mencapai Rp30.000 untuk tak sampai 1,5 liter.
Salah satu warga, Agung Nia dari Pemogan, Denpasar Selatan, menceritakan kesulitan yang dialaminya.
Dua hari lalu ia berniat membeli Pertalite di SPBU Pesanggaran, namun urung karena antrean terlalu panjang.
Ia lalu beralih ke SPBU dekat Mal Bali Galeria yang masih melayani pengisian.
Namun saat kembali pada sore harinya, stok sudah habis.
"Dua hari lalu saya mau beli di SPBU Pesanggaran, antreannya panjang sekali. Saya lanjut ke SPBU dekat Mal Bali Galeria, saat itu masih ada. Tapi pas kembali sore, ternyata sudah habis," ungkapnya.
Karena tak mendapatkan pasokan di SPBU, Agung terpaksa membeli BBM eceran.
Ia pun terkejut melihat kenaikan harga. Biasanya Rp20.000 untuk sekitar 1,5 liter, kini dibandrol Rp30.000 — padahal isinya tak mencapai volume tersebut.
"Itu pun tak sampai 1,5 liter. Banyak warung juga sudah kosong stoknya," katanya.
Keluhan serupa datang dari Apgandhi, warga Ubung Kaja.
Pagi tadi ia melewati SPBU di Jalan Ahmad Yani yang dipadati kendaraan, lalu beralih ke SPBU Jalan Gatot Subroto — antreannya pun sama panjang.
Karena harus segera berangkat kerja, ia terpaksa menunda pembelian dan berencana mencarinya lagi sore atau malam nanti.
Kondisi ini memaksa warga meluangkan waktu jauh lebih lama untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar.
Sebagian memilih menunda pengisian, sementara yang mendesak terpaksa membeli BBM eceran dengan harga jauh di atas ketentuan.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang maupun PT Pertamina terkait penyebab kelangkaan dan antrean panjang tersebut.
Konfirmasi terkait pasokan serta langkah penanganan masih diupayakan.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung