Radarbadung.jawapos.com— Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Jembrana membuat pengendara kelimpungan.
Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga ke jalan nasional Denpasar–Gilimanuk.
Pengendara bahkan harus menunggu hampir satu jam hanya untuk mendapatkan BBM jenis Pertalite.
Kekosongan Pertalite terjadi sejak Minggu (11/10) sore hingga dini hari, disusul Pertamax yang habis pada Minggu malam.
Sebanyak 14 SPBU di Jembrana dilaporkan terdampak.
Bahkan, dua SPBU di wilayah Kota Negara juga kehabisan Pertamax Turbo.
Kondisi tersebut memaksa warga berpindah-pindah SPBU demi mendapatkan bahan bakar.
Budi, warga Kaliakah, Kecamatan Negara, mengaku kecewa setelah mendatangi tiga SPBU di Kota Negara namun tak kunjung mendapatkan BBM.
Bahkan, ada pengendara yang terpaksa meminta bantuan rekannya untuk mendorong sepeda motor karena kehabisan bensin di tengah jalan.
Sejumlah pedagang BBM eceran di pinggir jalan juga dilaporkan kehabisan stok.
Di tengah situasi yang mendesak, sebagian warga yang terdesak terpaksa membeli Pertamax Turbo dengan harga sekitar Rp 20 ribu per liter.
Seorang pegawai SPBU yang enggan disebutkan namanya menyebut kekosongan BBM dipicu keterlambatan pasokan yang dikirim melalui jalur laut.
Di SPBU Jalan Jenderal Sudirman, pasokan Pertalite dan Pertamax masing-masing delapan ton baru tiba sekitar pukul 03.00 WITA.
Namun tingginya permintaan membuat stok cepat terkuras.
"Pertamax sudah habis, sedangkan Pertalite tersisa sekitar tiga ton. Antrean dimulai sejak pukul 05.00 WITA," ujar Manajer SPBU Iskandar Alfan, Selasa (13/10).
Pertamax di SPBU tersebut habis sekitar pukul 11.00 WITA, disusul Solar bersubsidi yang ludes setengah jam kemudian.
Saat itu, SPBU hanya melayani penjualan Pertamax Turbo selama stok tersedia.
Pengiriman BBM disebut mulai kembali normal, namun pasokan berikutnya masih ditunggu dan diperkirakan paling cepat tiba pukul 19.00 WITA.
Kondisi serupa terjadi di SPBU Jalan Ngurah Rai, Negara.
Pasokan Pertalite sebanyak delapan ton tiba pukul 03.00 WITA, namun pukul 10.00 WITA stoknya tersisa sekitar tiga ton dan Pertamax sudah habis.
Kepastian pengiriman Pertamax berikutnya masih ditunggu dari Depo Karangasem, meski pemesanan telah dilakukan sejak sehari sebelumnya.
Kepadatan kendaraan di sekitar SPBU turut disikapi kepolisian.
Mulai Selasa (13/10) pukul 06.30 WITA, personel Satlantas Polres Jembrana diterjunkan mengatur lalu lintas di empat lokasi SPBU: Jalan Sudirman, Jalan Ngurah Rai, SPBU Kaliakah di jalur Denpasar–Gilimanuk, serta Jalan Gajah Mada, Negara.
"Kami berupaya memastikan kendaraan yang masuk dan keluar SPBU tidak mengganggu arus lalu lintas utama," ujar Kasat Lantas Polres Jembrana AKP I Wayan Sugianta.
Meski arus lalu lintas terpantau tetap lancar berkat pengaturan petugas, persoalan ketersediaan BBM masih menjadi keluhan utama warga.
Kepastian jadwal pasokan dan normalisasi distribusi sangat dinantikan agar pengendara tidak terus berkeliling mencari bahan bakar.***
Editor : Donny TabelakSumber : Radar Badung