Warga Antre BBM 9 Jam, Gubernur Koster Pastikan Stok BBM Bali Aman, Antrean Dipicu Panic Buying

Ni Kadek Novi Febriani • Dipublikasikan Rabu, 14 Oktober 2026 | 11:34 WIB
Antrian kendaraan bermotor tampak mengular di sejumlah SPBU di Bali karena krisis BBM. Hal ini sudah terjadi beberapa hari terakhir.(Foto Adrian Suwanto)
Antrian kendaraan bermotor tampak mengular di sejumlah SPBU di Bali karena krisis BBM. Hal ini sudah terjadi beberapa hari terakhir.(Foto Adrian Suwanto)

Distribusi Terkendala Kemacetan, Pasokan Diprediksi Normal dalam 1–2 Hari

Radarbadung.jawapos.com– Gubernur Bali Wayan Koster meminta masyarakat tidak panik menyikapi antrean panjang dan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Bali.

Koster memastikan stok BBM di depo utama, yakni Manggis dan Sanggaran, masih mencukupi.

Ia menilai antrean mengular yang terjadi belakangan ini dipicu aksi beli berlebihan atau panic buying di tengah kekhawatiran masyarakat kehabisan BBM.

Pejabat asal Desa Sembiran, Buleleng, itu menjelaskan, kendala yang terjadi saat ini bukan terletak pada ketersediaan stok di depo, melainkan proses distribusi dari depo menuju SPBU yang belum berjalan mulus.

Salah satu faktor penghambatnya adalah kemacetan lalu lintas.

"Pasokannya cukup tersedia di depo, di Manggis dan di Sanggaran hari ini hadir. Tapi distribusi dari depo ke SPBU sedang berjalan mulai kemarin sore sampai tadi pagi, sampai hari ini juga. Dan memang tidak terlalu mulus karena jalan itu kan ada macetnya, gitu," ujar Koster saat ditemui seusai pembukaan Pekan Iklim Bali 2026 di Hotel Prama Sanur, Selasa (13/10).

Menurut Koster, stok BBM di Depo Manggis dan Sanggaran masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Namun, proses penyaluran ke SPBU membutuhkan waktu sehingga pengisian ulang tidak bisa dilakukan secara serentak di seluruh lokasi.

Koster menduga kekhawatiran masyarakat terhadap kemungkinan kehabisan BBM memicu pembelian secara bersamaan dalam jumlah besar. Kondisi tersebut menyebabkan stok di SPBU lebih cepat terkuras, sementara pasokan pengganti masih dalam perjalanan.

"Mungkin karena warga itu takut kehabisan, ramai-ramai sekaligus sehingga suplai-nya ke SPBU itu habis karena kebanyakan warga yang panic buying mengisi kendaraannya," terang Koster.

Di tengah antrean panjang dan kesulitan mendapatkan BBM yang dikeluhkan masyarakat, Koster kembali mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Ia menegaskan, pasokan BBM di Bali tersedia dan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan pembelian karena panik.

"Sebenarnya nggak perlu panik karena dipastikan pasokan itu tersedia dan cukup," tegasnya.

Koster optimistis kondisi pelayanan BBM di SPBU seluruh Bali akan berangsur normal setelah distribusi dari depo kembali lancar. Ia memperkirakan situasi tersebut membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua hari ke depan.

"Kemungkinan 1-2 hari mestinya sudah normal," imbuhnya.

Terkait rumor kelangkaan BBM di Bali akibat pengaruh penyelenggaraan event di Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Koster membantah adanya keterkaitan tersebut.

Ia menegaskan, masyarakat dapat memastikan ketersediaan stok dengan melihat kondisi pasokan di kedua depo utama Bali.

"Tidak ada itu, tidak ada hubungannya sama Mandalika, ngapain? Tidak ada, aman. Bisa diperiksa di Manggis sama di Sanggaran, tiap deponya," tandas Koster.

Sebelumnya, warga di seluruh Bali mengeluhkan tidak adanya stok BBM jenis Pertalite dan Pertamax di SPBU. 

Warga di Tabanan bahkan baru mendapatkan BBM jenis Pertalite setelah antri selama 9 jam di SPBU Jalan Ir Soekarno Tabanan. 

" Saya antri bensin dari jam 21.00 semalam dan baru dapat pertalite di pukul 06.00 pagi tadi, " kata Yohanis La'a yang antre bensin di SPBU Jalan Ir. Soekarno Tabanan, Selasa malam dan baru mendapatkan BBM Rabu pagi.***

Editor : Donny Tabelak
Sumber : Radar Badung
krisis bbm gubernur bali pertamina pertalite bbm langka